Tentang Saya

Foto Saya
Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Peranakan Turun, Apa Sebabnya?

Dalam dunia medis, peranakan turun kerap diistilahkan dengan prolaps uteri, suatu keadaan dimana posisi rahim turun. Posisi rahim yang normal ada di atas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sementara pada prolaps uteri , posisi rahim turun ke dalam vagina. Ringan beratnya kasus bergantung pada derajat turunnya rahim dari posisi semula. Untuk itu ada beberapa tingkatan.


Tingkatan pertama tergolong masih ringan, yakni posisi rahim turun, tetapi masih berada dalam vagina. Tingkatan kedua, posisi rahim turun dan tampak di lubang vagina. Sementara tingkatan ketiga, rahim turun hingga menyembul dari lubang vagina. Yang paling parah adalah tingkatan keempat, dimana rahim keluar seutuhnya dan menggantung di luar vagina.

Turunnya rahim ini disebabkan oleh adanya kelemahan otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa otot-otot tersebut bisa lemah? Ada beberapa kemungkinan, seperti adanya kelainan bawaan, faktor usia (proses penuaan), atau lantaran masa menopause karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul. Masih ada beberapa faktor risiko lain, seperti riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali, melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8 - 4 kg, melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum, atau adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun.

Yang perlu disadari, kondisi rahim turun tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, bukan berarti ibu yang melahirkan janin besar atau setelah melahirkan satu atau dua anak, lalu rahimnya turun. Faktor-faktor tersebut baru merupakan faktor risiko di usia lanjut kelak.

Pegal panggul
Kondisi peranakan turun yang masih ringan tak selalu menimbulkan keluhan. Secara fisik pun tak akan kelihatan, kecuali pada kasus-kasus yang sudah berat. Pada tingkatan tiga atau empat, secara fisik akan tampak bagian rahim yang keluar dari vagina. Keluhan rasa sakit seperti ditarik-tarik atau terasa pegal-pegal di panggul belakang (low back pain) atau bagian perut bawah juga sudah dirasakan. Rahim yang sampai menggantung keluar dari vagina tentu saja terasa mengganjal dan tak nyaman dibawa berjalan. Belum lagi, akibat tergesek-gesek akan timbul perlukaan.

Pada beberapa kasus sering kali ditemui turunnya rahim disertai juga dengan turunnya kandung kemih dan usus besar ke arah vagina. Akibatnya, selain proses buang air kecil jadi terhambat atau terasa tidak plong, penetrasi oleh pasangan juga membuat tak nyaman.

Jarang turunnya rahim ini dialami oleh perempuan usia reproduktif. Selama kasusnya masih dalam batasan ringan pun, Anda tetap memungkinkan untuk mengandung. Yang perlu diluruskan di sini adalah turunnya rahim tidak ada kaitannya dengan perut ibu yang tampak menggantung saat berbadan dua (sering disebut sebagai perut gantung). Ini merupakan dua hal yang berbeda. Perut gantung terjadi bukan lantaran turunnya rahim, melainkan karena kelemahan otot-otot perut.

Silahkan Anda Baca Juga Artikel Yang Berkaitan Dibawah Berikut Ini



17 komentar:

Danica Ayazifar 29 Juli 2010 14.07  

Waduh kok jadi ngeri ya bacanya, tapi ini sangat penting untuk diketahui setiap wanita di dunia. Semoga bermanfaat....

Mz Iyegek 4 Agustus 2010 09.24  

mas tukeran link ,
Url : http://iyegek.co.cc
title : free downloads Zone

punya sob udah ane pasang , tinggal link balik

waystopsmoking 30 Agustus 2010 21.31  

thanks infonya..... blognya keren gan...
from ; http://waystopsmoking.blogspot.com/

the walking company 15 Maret 2011 20.34  

tapi ada lho yang usia reproduktif yang rahimnya turun..

Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World 7 April 2011 09.45  

Waduh kok jadi ngeri ya bacanya, tapi ini sangat penting untuk diketahui setiap wanita di dunia. Semoga bermanfaat....

Newport Beach Houses 7 April 2011 09.47  

bermanfaat bgt gan infonya :-)

Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World 9 April 2011 09.21  

Waduh kok jadi ngeri ya bacanya, tapi ini sangat penting untuk diketahui setiap wanita di dunia. Semoga bermanfaat....

xamthone plus 14 Juni 2011 15.03  

emz bgtu ya, mkzh bwt info'y sangt bermnfaat sekli terutama bgi seorang perempuan,,

obat tradisional hepatitis c 23 Juli 2011 10.04  

selain faktor yg sudah di sebut kan apakah masih ada lagi faktor yg menyebkan turunya rahim?
mungkin aktivitas yg berat ?

agen jelly gamat batam 24 Agustus 2011 10.34  

ya ampun ngerii banget ternyata,,, lalu bagaimna tuh cara pengobatnnya bila peranakan turun tapi masih dalam tingkat 1 atau 2, apakah bisa dengan di urut..??

agen xamthone plus sukabumi 26 Agustus 2011 14.54  

subhanallah, jadi wanita banyak sekali halangan dan rintangannya..
ngeri bgt dehh !!
musti jaga kesehatan dengan baik.

agen xamthone plus bandung 27 Agustus 2011 10.35  

makasih bnyak mas infonya, bisa jadi pelajaran untuk selalu menjaga kesehatan miss. V

Anonim,  4 September 2011 12.39  

gimana cara mengatasinya? krn saya sedang mengalami yg derajat 2 saat ini... sudah hampir 5 bulan setelah melahirkan anak pertama saya..

Dewi Saptika 4 Juni 2013 00.24  

Nyari2 "sakit peranakan" ktemu salah satunya di sini, mkasih info nya. Sekarang ni lg ngalamin sakit perut seperti didalamnya bergoyang dan kerasa sakit pd waktu jalan, maklum uda punya anak 2, rasa sakitnya ini awalnya lepas dr perjalanan liburan ke tmpt ortu menggunakan travel selama 4 jam perjalanan, diperparah lg seringnya naik motor melalui jalan2 yg tdk rata, maklum jalan di komp rumah blm jg dperbaiki, rasanya sangat menggangguku beraktifitas di rumah. Teringat dulu pernah dengar disarankan bidan utk menaruh bantal/ guling di bag blakang pinggang, jadi posisinya lebih tinggi dr kepala. Alhamdulillah agak berkurangg krn lumayan lama jg td di kerjakan, ditambah lg perut ku olesi campuan kapur am jeruk nipis, lalu di tutupi daun sirih kemudian dikeringkan baru di pasang korset sembari terlentang,biar perutnya gak melar dan bisa kencang harapn biar peranakannya diposisinya jg kencang gak turun lg, amien.

Poskan Komentar

U COMMENT I FOLLOW

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP