10 Jurus agar Perkawinan Tetap Solid

Anda yang punya mobil pasti tahu bahwa mesin membutuhkan perawatan serius supaya tetap berfungsi baik dan awet.

Apalagi isteri atau pasangan hidup yang punya emosi, jiwa, dan badan; mestinya membutuhkan ‘perawatan’ lebih serius dan intensif dibanding mobil.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat diusahakan agar perkawinan tetap solid:

1. Ciptakan kesempatan. Jika tidak menjadwalkannya, mungkin Anda tak akan pernah memiliki waktu berduaan. Sediakan waktu setiap hari barang 20 menit.

2. Berikan kejutan. Supaya kehidupan perkawinan tidak monoton, Anda perlu kreatif. Cobalah membuat kejutan-kejutan menyenangkan dan romantis.

3. Bermain bersama. Pasangan yang memiliki minat dan hobi sama, mendapatkan keuntungan berjangka panjang bagi perkawinannya. Mengapa tidak melakukan bersama-sama?

4. Nyalakan suasana. Ngobrol dan tertawa bersama-sama pasangan itu penting, karena membuat Anda merasa nyaman dan dekat satu sama lain. Lakukan sesering mungkin.

5. Dengarkan dia. Jika pasangan Anda marah karena dia merasa tidak dihiraukan saat bicara, boleh jadi itu benar. Maka hentikan kesibukan Anda dan dengarkan sampai Anda paham apa yang ingin dia ungkapkan.

6. Fokuskan perasaan. Pertengkaran biasanya dimulai dengan serangan macam, “Kamu ngawur! atau,"Kamu selalu telat!" Mengapa tidak bilang, "Saya gelisah karena tidak tahu kamu di mana. Kalau kamu memberi tahu posisimu, itu sangat membantu dan saya jadi tahu ke mana menghubungimu."

7. Ubah diri sendiri lebih dulu. Anda harus bisa mengontrol sikap dan perilaku Anda sendiri daripada mengawasi kesalahan yang dilakukan pasangan. Biasanya kalau satu berubah maka yang lain akan mengikuti.

8. Mulai dari yang kecil. Kalau Anda setiap hari bisa mengurangi satu perbuatan yang memperburuk hubungan, berarti Anda melakukan hal yang besar.

9. Hentikan saling menyerang. Satu kali berlidah tajam, bisa menghapus 20 kali kebaikan yang pernah Anda lakukan. Maka hentikan saling menyerang.

10. Hentikan saling menyalahkan. Ingat bahwa dengan menudingkan satu jari ke arah pasangan Anda, sebetulnya Anda minimal tengah menudingkan tiga jari ke arah diri sendiri. Bagaimana pun Anda sama-sama memiliki andil dan tanggungjawab.

Baca selengkapnya..

Selingkuh Itu Alamiah?

HASIL suatu pengkajian yang pernah dilaporkan di jurnal Science, edisi September 1998, menyebutkan bahwa selingkuh (infidelity) itu alami (natural).

Hasil itu memperlihatkan bahwa sembilan di antara sepuluh mamal (binatang menyusui) dan burung yang berpasangan untuk hidup ternyata tidak jujur terhadap pasangan mereka.

Para ahli mendapati, binatang yang berkeliaran untuk saling kawin hanyalah mengikuti kebutuhan biologis mereka. Penelitian yang antara lain menggunakan teknik uji coba genetik (genetic testing) itu memperlihatkan bahwa bahkan pasangan binatang yang dikenal saling setia dengan pasangannya, juga berupaya mendapatkan pasangan seksual dengan yang lain.

Menurut Dr. Stephen T. Emlen, seorang ahli perilaku evolusioner dari Cornell University, Amerika Serikat, betina berkeliaran untuk mendapatkan gen sebaik mungkin bagi keturunannya, sedangkan jantan terdorong hasrat untuk menjantani sesering dan sebanyak mungkin. "Monogami yang sebenarnya sungguh jarang," katanya.

Dr. Emlen berpendapat, ada dua macam monogami, sosial dan genetik. Pada jenis yang pertama pasangan mengikat diri dan bekerja bersama untuk membesarkan anak, sedangkan pada monogami genetik para induk adalah pasangan seks yang saling setia. Bila monogami sosial relatif sudah umum, monogami genetik adalah suatu kekecualian dan bukanlah peraturan.

Dikatakan, hanya ada dua jenis monyet, marmoset dan tamarin, yang benar-benar penganut monogami. Semua jenis primata yang lain sering kawin dengan yang bukan pasangannya. "Salah satu polanya adalah betina mencari status dan kualitas tinggi," tutur Dr. Emlen.

"Dengan cara itu betina mampu melahirkan keturunan dengan kualitas lebih tinggi yang memiliki kemampuan untuk hidup dan bertahan." Si jantan secara biologis digerakkan untuk keluyuran dengan hasrat untuk menyebarkan gen ke dalam kawanan mereka sebanyak mungkin.

Contoh lain diperoleh dari burung. Kesetiaan dalam berpasangan seks sudah lama diyakini terdapat dalam kawanan burung. Bluebird, sejenis burung yang pandai menyanyi, merupakan salah satu contoh terbaik. Pasangan jantan dan betina bekerja bersama untuk membuat sarang, mengerami telur, kemudian memberi makan dan membesarkan keturunan mereka yang masih muda.

Meski begitu periset mendapati perselingkuhan yang juga tinggi dalam kehidupan seks burung bluebird. Patricia Adair Gowarty, seorang ahli perilaku lingkungan hidup dari University of Georgia mendapati 15 persen hingga 20 persen bayi burung yang diasuh oleh pasangan bluebird, bukanlah keturunan biologis si jantan. Menurut Gowarty, hanya 10 persen dari 180 spesies itu yang secara sosial bermonogami, benar-benar setia secara seksual.

Tentu saja manusia jauh berbeda dengan binatang. Alasan manusia untuk mendapatkan seks di luar pasangan juga jauh lebih rumit dan kompleks. Satu hal yang secara umum diyakini periset, monogami tercipta di antara spesies yang keturunannya sanggup bertahan dengan baik karena dibesarkan oleh pasangan yang utuh. Secara evolusi, mungkin ini yang mendorong manusia untuk bermonogami karena anak-anaknya perlu waktu lama untuk menjadi dewasa.

Baca selengkapnya..

Perjanjian Pranikah yang Perlu Dilakukan Pasangan

Hm... siapa bilang perjanjian pranikah harus selalu menyangkut harta gono-gini? Untuk kita, ada 4 jenis perjanjian yang bisa dibuat ketika Anda berencana menikah dengan pasangan. Perjanjian ini sebaiknya memang disepakati sebelum Anda menikah, karena bila Anda menunggu setelah menikah dan terjadi konflik antara Anda dan pasangan, bisa jadi akan lebih sulit untuk mencari jalan keluarnya. Lebih baik melakukan pencegahan sebelum terjadi musibah, bukan? Nah, ini dia yang perlu Anda diskusikan dengan pasangan. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan bila Anda dan pasangan memiliki perjanjian lain di luar yang disebutkan di bawah ini.

Siapa yang mengelola keuangan?
Jika Anda memasuki suatu hubungan perkawinan dengan pengelolaan uang yang kacau, tak lama lagi Anda akan menghadapi argumentasi yang terus-menerus dengan pasangan. Topiknya, "Kamu beli apa lagi?" atau "Kamu investasi berapa di situ?". Selanjutnya, Anda akan terus bertengkar mengenai siapa yang bersalah sehingga Anda tidak dapat membayar tagihan-tagihan atau menabung.

Taffy Wagner, pakar finansial dan CEO of MoneyTalkMatters.com, menyarankan agar pasangan berbicara jujur mengenai kondisi keuangan sejak awal. "Tanyakan satu sama lain: bagaimana Anda mengelola keuangan ketika Anda masih lajang? Apa kesalahan-kesalahan yang pernah Anda buat, dan apa langkah-langkah Anda yang tepat?" Kemudian, tentukan siapa yang akan menjadi "bendahara" utamanya. Sebagai bendahara rumah tangga, Anda tak bisa mengambil langkah diam-diam. Selalu libatkan pasangan dalam langkah-langkah yang akan Anda ambil.

Agama apa yang akan dianut?
Pertanyaan ini penting untuk pasangan yang berbeda keyakinan. Sungguh tidak mudah membahas masalah ini, karena menyangkut iman seseorang kepada Yang di Atas, bukan? Perbedaan itu mungkin tidak begitu penting di antara Anda dan pasangan, namun belum tentu tidak penting untuk keluarga besar masing-masing. Kemudian, bagaimana kelak bila memiliki anak? Apakah Anda akan mendidik anak sesuai keyakinan Anda, atau keyakinan suami?

Yang perlu Anda ingat, tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk memaksakan orang lain mengikuti agama kita. Bila salah satu memutuskan untuk mengubah keyakinannya, pastikan bahwa hal itu merupakan keinginan dan keputusannya sendiri. Bila si dia, misalnya, adalah pria yang menganut ajarannya dengan taat dan hal ini tercermin dalam perilakunya sehari-hari, untuk apa memintanya mengikuti keyakinan kita?

Kapan kita akan memiliki anak?
Di Indonesia sudah mulai ada pasangan yang sepakat untuk tidak memiliki anak. Boleh saja jika keputusan ini disepakati kedua belah pihak. Namun bila Anda dan pasangan berencana mempunyai anak pun, tetap harus didiskusikan kapan rencana ini akan dilaksanakan. Anda mungkin tak akan tahu bahwa pasangan ternyata belum siap. Menurut Susan Piver, penulis The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Before You Say "I Do", ternyata banyak pasangan yang tak mendiskusikan hal ini. "Mereka baru mengetahui belakangan, entah salah satu tidak ingin memiliki anak, atau tidak mempunyai rencana waktu yang sama."

Topik mengenai anak bukanlah sesuatu yang mudah disampaikan. Karena itu Piver menyarankan agar pasangan membicarakannya ketika sedang santai dan siap berdialog. Bila menyangkut kapan akan hamil, mintalah alasan pasangan mengapa masih ingin menunda kehamilan, atau mengapa ingin segera melaksanakannya. Pastikan bahwa tujuan dialog ini untuk menyampaikan pandangan Anda, bukan memenangkan argumentasi.

Kehidupan seks seperti apa yang Anda inginkan?
Seks adalah hal yang penting dalam perkawinan, meskipun bukan yang terpenting. Suami mungkin tak akan protes bila Anda selalu mengeluh kelelahan atau tidak mood, namun, Anda tak akan tahu bagaimana reaksinya dengan penolakan tersebut. Sejak awal perkawinan, Anda harus membicarakan hal ini dengan suami. Bila salah satu dari Anda mempunyai harapan yang berbeda dalam masalah seks, apa yang harus dilakukan.

Untuk mengangkat masalah ini, Anda bisa mulai dari hal yang paling sederhana. Pentingkah untuk selalu bersikap mesra dengan pasangan? Setelah itu, berikan usul seperti, "Kita harus gandengan tangan terus meskipun anak-anak kita sudah besar-besar." Atau, cium suami setiap kali ia akan berangkat ke kantor. Jangan lupa, cinta itu harus selalu dirawat agar tetap tumbuh segar.

Anda sendiri, adakah perjanjian khusus yang dilakukan dengan suami saat menikah?

Baca selengkapnya..

Akhir Dari Sebuah Kisah

Saatnya aku berkata jujur padamu
Maafkanlah diriku yang terlalu rentan akan cinta
Bukan aku sengaja atau pun ingin membuat dirimu larut dalam deritaku
Tapi itulah keberadaan aku yang sebenarnya
Aku tak dapat membohongi kata hatiku..
Bahwa aku sangat mencintaimu.

Namun jika aku terbuai dalam rasa egoisku..
Aku tak pernah menyadari
Bahwa justru rasa sayangku padamu akan menorehkan Sebuah luka
Yang akan merubah menjadi suatu kebencian dan sumpah serapah darimu
Mengapa aku terlalu memaksakan kehendak yang telah di gariskan
Dan tak pernah memahami siapa diriku yang sebenarnya.
Mengapa aku tak pernah mengenali yang telah di taqdirkan
Dan memberi waktu berlalu dalam hidupku.

Semua...
Terlalu Indah Untuk Dikenangkan..
Terlalu Pedih Untuk Segera Di Lupakan..
Semoga akhir dari sebuah kisah ini dapat membuatmu lebih dewasa
Untuk belajar dari setiap sisil kehidupan.
Selamat Tinggal Kenangan Indah.......

Baca selengkapnya..

Kemana Kau Pergi ( Riyanti )

Engkau Yang Begitu Baik Dimataku
Engkau Yang Begitu Tulus menyayangi Aku
Tak Pernah Engkau Menyakiti Aku
Tak Pernah Engkau melukai Aku
Sungguh... Engkau Begitu Sempurna Dimataku

Tiga Puluh Delapan Hari Aku Bersamamu
Selama Itu Pula Aku Merasakan Betapa Tulusnya Kasihmu Padaku
Sehingga Tak Pernah Terlintas Olehku Untuk Berpaling Darimu
Hidup,Cinta Dan Sayangku Hanya Untukmu Sebagai Tambatan Hatiku Yang Terakhir

Betapa Berharganya Dirimu Dimataku
Betapa Hangatnya Pelukanmu
Yang Sampai Saat Ini Aku Masih Merasakannya

Masihku Ingat Malam Itu
Engkau Menangis Dipelukku
Kucoba Untuk Menghapus Air Matamu
Meski Pun Sesungguhnya Hatiku Pun Turut Menangis

Masih Terasa Halus Tanganmu
Saat Kau Usap Pipi Ini
Kini Setelah Kau Pergi
Baru Aku Menyadari Bahwa Malam Itu Adalah Malam Terakhir Untuk Kita
Yang Selama Ini Tak Pernah Aku Mengharapkannya

Kini Engkau Entah Dimana
Tiada Kabar..Tiada Telfon Atau Sms Darimu
Hanya Sedih Dan Pilu Yang Kini Aku Rasakan
Mengenang Dirimu Yang Telah Tiada Disisiku Lagi

Ingin Aku Pergi Mencarimu
Tapi Aku Tak Tau Kemana Harus Mencarimu
Hanya Doa Tulus Dariku
Semoga Engakau Masih Mengingat Aku Disini
Yang Masih Peduli Dengan Dirimu

Meski Pun Sakit
Tapi Dihati Ini Tiada Dendam Apa Lagi Untuk Membencimu
Aku Rela Kau Buat Aku Begini
Dan Aku Relakan Kau Pergi
Jika Semua Ini Akan Membuatmu Bahagia Bila Tidak Bersamaku Lagi
Semua Ini aku Lakukan Agar Engkau Tau..
Bahwa Aku Sayang Padamu

Tuhan... Lindungilah Dia
Bahagialanlah Dia
Dimana Pun Ia Berada

Baca selengkapnya..

Berlangganan Artikel Via Email

Ketik Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner


  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP