Tentang Saya

Foto saya
Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

Ancaman Kanker Payudara Implan

TIAP perempuan pasti menginginkan penampilan sempurna. Termasuk soal bentuk dan ukuran payudara. Sayang, beberapa memilih jalan pintas dengan memasang implan daripada menjaga kekencangan payudara dengan olah tubuh. Padahal, sederet bahaya mengancam kesehatan perempuan yang memilih implan payudara. Bukannya akan berpenampilan ‘aduhai’ justru akan merusak tubuh. Malinda Dee, sosialita yang tengah menjalani hukuman atas kasus hukumnya, kini menanggung akibat. Implan di payudara dan bokong Melinda Dee pecah. Akibatnya, terpidana kasus penggelapan dan pencucian dana nasabah Citibank pada 2011 ini harus menjalani pengobatan kompleks. Secara tegas dr Maya Milani SpKK, tak ada untungnya memasang implan. Hanya sekadar memperbaiki estetika bentuk dan ukuran dada bisa sesuai keinginan. Kerugian justru lebih banyak. Mulai dari alergi, infeksi, bahkan kanker payudara, ucap dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit (RS) Haji Darjad Samarinda ini. Dia mengatakan, silikon cair yang dimasukkan dalam semacam kantung itu rentan pecah. Ini sebabnya dada bersilikon, sebut Maya, tak boleh diremas, tertekan terlalu kuat, atau tertusuk benda tajam. Tak hanya itu, faktor pemicu implan pecah karena diperbesar secara berlebihan. Hal ini membuat kulit menjadi tipis karena tak kuat menahan implan. Perempuan berkerudung ini mengatakan, implan di dada bisa keras dan membatu. Namun kejadian ini sangat jarang terjadi, kecuali bila yang disuntikkan adalah silikon cair tanpa pelindung. “Banyak salon kecantikan biasa menyuntikkan silikon cair. Tak ada prosedur khusus yang mereka tetapkan. Belum tentu bersih. Bahan implan pun tidak jelas. Ini tidak aman, kata dia. Cairan dari implan yang pecah, kata Maya, bisa menimbulkan peradangan hebat bahkan kanker. Dia menjelaskan, tindakan yang harus diambil adalah mengeluarkan cairan dan jaringan di payudara. “Cairan itu akan mengental dan menyatu dengan bagian dalam payudara. Misalnya di kelenjar susu dan lain-lain, ini pun harus diangkat. Ukurannya tergantung jaringan yang terpapar silikon, jelas Maya. Selain merasakan sakit yang luar biasa. Maya mengatakan, silikon yang pecah bisa membuat bentuk payudara berubah tak jelas.

Photobucket

Makanan Yang Di Larang Saat Haid

Pada saat haid, nafsu makan bisa meningkat. Menurut penelitian, saat memasuki fase haid atau dua minggu sebelum haid datang, perempuan mengonsumsi karbohidrat 15 persen lebih banyak. Sehingga di saat rentan ini sebaiknya menghindari makanan berkalori tinggi. Selain itu ada beberapa makanan yang perlu dihindari saat haid, karena akan memperparah gejala PMS (pre menstrual syndrome). 1. Produk susu Kandungan asam arachadoniknya bisa meningkatkan produksi prostaglandin yang bila dilepaskan ke rahim akan menyebabkan kram perut. 2. Gorengan Makanan berkadar lemak tinggi ini (bayangkan minyak yang diserap gorengan ini) meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, sehingga perubahan ini menimbulkan rasa kram dan nyeri pada rahim. 3. Cokelat Kandungan kafein pada cokelat bisa membuat pembuluh darah menyempit, akibatnya bisa sakit kepala, serta menimbulkan kegelisahan. 4. Makanan olahan Kandungan natriumnya yang tinggi bisa menyebabkan kembung dan dehidrasi.

Photobucket

Bayi Menangis Tak Selalu karena Lapar dan Buang Air

Tertawa sangat baik bagi perkembangan otak bayi. Masih banyak lagi manfaat tertawa pada bayi. Karena itu, sering-seringlah mengajak si kecil tertawa. Namun, ternyata tak semua bayi mudah tertawa, ada sejumlah faktor yang memengaruhinya. Walaupun semua bayi tampak sama, faktanya setiap bayi memiliki perangai berbeda-beda. Ada bayi yang selalu aktif, menggerakkan tangan, kaki, dan mulut tanpa henti. Ada pula bayi yang lebih tenang. Begitu pun ada bayi yang merespons hangat pada orang baru, sementara ada pula bayi yang cenderung rewel. Psikiater dari Inggris, Alexander Chess dan Stella Thomas, mengelompokkan tiga tipe dasar perangai anak: rendah, tinggi, dan sedang. Anak berperangai sedang (easy child) umumnya memiliki suasana hati positif, cepat membangun rutinitas teratur pada masa bayi, dan mudah menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Anak berperangai tinggi (difficult child) cenderung bereaksi negatif dan sering menangis, sulit memulai rutinitas, dan lambat menerima pengalaman baru. Sedangkan anak berperangai rendah (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat aktivitas yang rendah, agak negatif, dan memperlihatkan daya adaptasi rendah.

Tak Semua Bayi Mudah Tertawa

Tertawa sangat baik bagi perkembangan otak bayi. Masih banyak lagi manfaat tertawa pada bayi. Karena itu, sering-seringlah mengajak si kecil tertawa. Namun, ternyata tak semua bayi mudah tertawa, ada sejumlah faktor yang memengaruhinya. Walaupun semua bayi tampak sama, faktanya setiap bayi memiliki perangai berbeda-beda. Ada bayi yang selalu aktif, menggerakkan tangan, kaki, dan mulut tanpa henti. Ada pula bayi yang lebih tenang. Begitu pun ada bayi yang merespons hangat pada orang baru, sementara ada pula bayi yang cenderung rewel. Psikiater dari Inggris, Alexander Chess dan Stella Thomas, mengelompokkan tiga tipe dasar perangai anak: rendah, tinggi, dan sedang. Anak berperangai sedang (easy child) umumnya memiliki suasana hati positif, cepat membangun rutinitas teratur pada masa bayi, dan mudah menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Anak berperangai tinggi (difficult child) cenderung bereaksi negatif dan sering menangis, sulit memulai rutinitas, dan lambat menerima pengalaman baru. Sedangkan anak berperangai rendah (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat aktivitas yang rendah, agak negatif, dan memperlihatkan daya adaptasi rendah. Nah, perangai setiap bayi yang berbeda-beda inilah yang juga menentukan apakah si kecil termasuk mudah tertawa atau tidak. Asal tahu saja, perangai menjadi suatu karakteristik tetap bayi baru lahir yang kemudian diperbarui oleh berbagai pengalaman anak di kemudian hari. Perangai bayi pun dipengaruhi keturunan atau sifat kedua orangtua. Namun, besar pengaruhnya tergantung pada bagaimana respons orangtua dan pengalaman lingkungan yang dialami si kecil. Pendek kata, orangtua dan keluarga memiliki pengaruh paling besar dalam membangun karakter anak. Jadi, meski masih bayi, si kecil mampu merespons segala hal yang dilakukan ibu atau ayahnya. Begitu pula saat bayi mulai tertawa, bagaimana sambutan orangtua, apakah selalu memberikan respons positif pada setiap tawanya? Kalau iya, berarti si bayi belajar, tertawa adalah hal menyenangkan.

Photobucket

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP