Senin, 15 Oktober 2012

Bayi Menangis Tak Selalu karena Lapar dan Buang Air

Tertawa sangat baik bagi perkembangan otak bayi. Masih banyak lagi manfaat tertawa pada bayi. Karena itu, sering-seringlah mengajak si kecil tertawa. Namun, ternyata tak semua bayi mudah tertawa, ada sejumlah faktor yang memengaruhinya. Walaupun semua bayi tampak sama, faktanya setiap bayi memiliki perangai berbeda-beda. Ada bayi yang selalu aktif, menggerakkan tangan, kaki, dan mulut tanpa henti. Ada pula bayi yang lebih tenang. Begitu pun ada bayi yang merespons hangat pada orang baru, sementara ada pula bayi yang cenderung rewel. Psikiater dari Inggris, Alexander Chess dan Stella Thomas, mengelompokkan tiga tipe dasar perangai anak: rendah, tinggi, dan sedang. Anak berperangai sedang (easy child) umumnya memiliki suasana hati positif, cepat membangun rutinitas teratur pada masa bayi, dan mudah menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Anak berperangai tinggi (difficult child) cenderung bereaksi negatif dan sering menangis, sulit memulai rutinitas, dan lambat menerima pengalaman baru. Sedangkan anak berperangai rendah (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat aktivitas yang rendah, agak negatif, dan memperlihatkan daya adaptasi rendah.
Tertawa sangat baik bagi perkembangan otak bayi. Masih banyak lagi manfaat tertawa pada bayi. Karena itu, sering-seringlah mengajak si kecil tertawa. Namun, ternyata tak semua bayi mudah tertawa, ada sejumlah faktor yang memengaruhinya. Walaupun semua bayi tampak sama, faktanya setiap bayi memiliki perangai berbeda-beda. Ada bayi yang selalu aktif, menggerakkan tangan, kaki, dan mulut tanpa henti. Ada pula bayi yang lebih tenang. Begitu pun ada bayi yang merespons hangat pada orang baru, sementara ada pula bayi yang cenderung rewel. Psikiater dari Inggris, Alexander Chess dan Stella Thomas, mengelompokkan tiga tipe dasar perangai anak: rendah, tinggi, dan sedang. Anak berperangai sedang (easy child) umumnya memiliki suasana hati positif, cepat membangun rutinitas teratur pada masa bayi, dan mudah menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Anak berperangai tinggi (difficult child) cenderung bereaksi negatif dan sering menangis, sulit memulai rutinitas, dan lambat menerima pengalaman baru. Sedangkan anak berperangai rendah (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat aktivitas yang rendah, agak negatif, dan memperlihatkan daya adaptasi rendah. Nah, perangai setiap bayi yang berbeda-beda inilah yang juga menentukan apakah si kecil termasuk mudah tertawa atau tidak. Asal tahu saja, perangai menjadi suatu karakteristik tetap bayi baru lahir yang kemudian diperbarui oleh berbagai pengalaman anak di kemudian hari. Perangai bayi pun dipengaruhi keturunan atau sifat kedua orangtua. Namun, besar pengaruhnya tergantung pada bagaimana respons orangtua dan pengalaman lingkungan yang dialami si kecil. Pendek kata, orangtua dan keluarga memiliki pengaruh paling besar dalam membangun karakter anak. Jadi, meski masih bayi, si kecil mampu merespons segala hal yang dilakukan ibu atau ayahnya. Begitu pula saat bayi mulai tertawa, bagaimana sambutan orangtua, apakah selalu memberikan respons positif pada setiap tawanya? Kalau iya, berarti si bayi belajar, tertawa adalah hal menyenangkan.

Jumat, 12 Oktober 2012

Cegah Stroke dengan Rajin Makan Tomat

Berbahagialah mereka yang gemar menyantap buah tomat. Hasil penelitian para ahli dari Filandia menunjukkan, orang yang gemar makan tomat mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk terserang stroke. Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, para ahli dari University of Eastern Finland di Kuopio meneliti sekitar 1.000 orang tua. Riset menemukan, mereka yang memiliki kadar antioksidan lycopene yang relatif tinggi di dalam darahnya, lebih kecil kemungkinannya terserang stroke selama dua belas tahun ke depan. Lycopene adalah zat kimia yang memberi warna merah pada makanan seperti tomat, cabe merah, semangka dan pepaya. Bagi kebanyakan orang, tomat adalah sumber terbaik lycopene. Pimpinan riset Jouni Karppi, menyatakan lycopene adalah "antioksidan yang ampuh". Artinya, zat tersebut mampu membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang akhirnya dapat mengarah kepada penyakit. Penelitian di laboratorium juga menunjukkan, lycopene membantu memerangi peradangan dan pembekuan darah, dan mungkin lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan antioksidan lain.