Kamis, 27 September 2012
"Sleep Apnea" pada Ibu Hamil Bahayakan Janin
Selain menjaga asupan makanan bagi dirinya dan janin yang sedang di kandung, ibu hamil perlu memerhatikan kualitas tidurnya. Ibu hamil yang mengalami gangguan tidur karena sleep apnea memiliki risiko lebih tinggi mengalami problem kesehatan baik bagi dirinya maupun sang bayi.
Demikian kesimpulan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology. Sleep apnea adalah gangguan tidur pada seseorang karena masalah pernapasan. Gangguan pada waktu tidur ini ditandai dengan tidur mendengkur, sulit bernafas, nafas beberapa saat terhenti, sering tersedak atau terbatuk-batuk waktu tidur, sering terbangun di malam hari dan sering buang air kecil.
Dalam studi tersebut, bayi yang lahir dari ibu dengan gangguan tidur sleep apnea yang parah berisiko lebih tinggi menjalani perawatan di unit rawat intensif neonatal, ketimbang bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi tersebut. Selain itu, ibu dengan sleep apnea rentan mengalami preeklamsia yaitu kondisi tekanan darah menjadi tinggi selama kehamilan. Bayi yang dilahirkan pun harus melalui operasi caesar.
Para peneliti dalam kajiannya menganalis informasi dari 175.000 responden ibu hamil yang semuanya mengalami obesitas. Pengujian sleep apnea obstruktif pada para responden ini dipantau dengan perangkat portabel. Sebanyak 15 persen dari responden mengalami sleep apnea obstruktif. Kondisi mereka lebih sulit di mana tekanan darahnya lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengalami sleep apnea.
Di antara responden dengan sleep apnea, sebanyak 65 persen harus menjalani operasi caesar, sedangkan 33 persen sisanya bisa melahirkan normal. Selain itu, 42 persen ibu hamil dengan sleep apnea mengalami preeklamsia dibandingkan 17 persen yang tidak sleep apnea. Namun, kelompok ini mengalami kelahiran prematur yang serupa.
Persentase bayi baru lahir yang terpaksa dirawat di ruang intensif mencapai 46 persen bagi ibu yang mengalami sleep apnea. Sementara ibu yang tidak mengalami sleep apnea persentasenya hanya 18 persen.
Sleep apnea pada ibu hamil berbahaya, namun menurut para peneliti hal ini sayangnya jarang diperhatikan. Perhatian komplikasi pada kehamilan lebih banyak membicarakan tekanan darah tinggi dan diabetes gestational. Salah seorang peneliti, Dr. Judette Louis, ahli di bidang kebidanan dan ginekologi dari Universitas South Florida mengatakan, ibu hamil harus mengobati sleep apnea-nya selama kehamilan.
Penderita sleep apnea akan mengalami kesulitan bernapas atau napasnya terhenti dan mengalami jeda saat tidur. Pada sleep apnea yang obstruktif, jeda saat tidur ini teradi karena jalan napas tersumbat. Kegemukan atau obesitas menjadi salah satu alasannya. Jaringan lemak ekstra akibat kegemukan dapat mempersempit jalur napas di tenggorakan.
Cara terbaik untuk mengurangi risiko akibat sleep apnea adalah menurunkan berat badan sebelum seorang wanita hamil. Penelitian ini mengambil sampel para wanita hamil dengan obesitas, sehingga belum diketahui apakah sleep apnea memiliki pengaruh yang sama pada wanita non obesitas.
4 Makanan Peramping Perut
Semua perempuan mendambakan memiliki perut yang langsing dan rata. Selain olahraga, salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan berolahraga, dan menjaga pola makan.
Umumnya cara yang paling baik untuk menghindari penimbunan lemak perut adalah dengan menghindari konsumsi soda, alkohol, minyak, makanan asin,dan lemak.
semua makanan ini akan memperlambat kerja lambung dan usus untuk mencerna dan mengosongkannya.
Namun,ada beberapa jenis makanan yang bisa tetap disantap tanpa khawatir akan menimbulkan tumpukan lemak di perut.
1. Pepaya
beberapa penelitian mengungkapkan bahwa, kandungan enzim dalam pepaya bisa membantu melancarkan pencernaan. Agar lebih nikmat sajikan pepaya yang dipotong dadu dengan campuran yogurt plain saat sarapan. Pepaya juga bisa dikreasikan sebagai makanan penutup, misalnya panacotta atau pure pepaya segar yang nikmat.
2. Oatmeal
Menurut Harlan, oatmeal ini memiliki banyak kandungan serat, karbohidrat dan vitamin yang berguna untuk pencernaan. Ia menyarankan untuk menyantap oatmeal saat sarapan atau mengolahnya untuk beberapa makanan.
3. Yogurt
Pastikan untuk memiliki kandungan bahan aktif di dalamnya. Kandungan mikro-organisme ini akan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus dan membantu usus untuk mencerna makanan lebih efisien. Harlan menyarankan untuk mengonsumsi yogurt organik. Jika membutuhkan tambahan rasa manis, tambahkan saja beberapa sendok selai strawberi ke dalamnya.
4. Asparagus
Asparagus memiliki kandungan probiotik di dalamnya. Kandungan probiotik ini akan meringankan penumpukan gas di dalam lambung. Sifat diuretiknya akan mengurangi kelebihan air yang berguna dari tubuh Anda.
Rabu, 26 September 2012
Wanita Ini Orgasme 100 Kali Sehari
Ketika banyak wanita pura-pura mencapai orgasme saat bercinta, atau sebagian lainnya sulit mencapainya, wanita ini justru mampu orgasme hingga 100 kali dalam sehari.
Bagi Kim Ramsey (44), seorang perawat yang berasal dari Hitchin, Hertfordshire, Inggris, orgasme 100 kali sehari bukanlah prestasi melainkan sebuah kutukan. Kim menderita sindrom persistent genital arousal disorder (PGAD). Sebuah sindrom yang membuatnya terus-menerus merasa terangsang.
Bayangkan, sebuah gerakan panggul sedikit saja yang ia lihat di kereta api, mobil, atau saat melakukan pekerjaan rumah tangga dapat memicu gairahnya. Dokter mengatakan, Kim menjadi sangat menderita seperti sekarang akibat kecelakaan yang menimpanya pada tahun 2001. Kala itu ia terjatuh dari tangga. Peristiwa ini mungkin menyebabkan kista tarlov pada punggungnya, juga pada titik tempat orgasme wanita ini berasal.
"Wanita lain mungkin bertanya bagaimana bisa meraih orgasme. Tapi aku bertanya bagaimana cara menghentikannya," kata Kim.
Tidur Lebih Penting Ketimbang Seks
Riset terbaru menunjukkan, banyak pasangan suami istri kini lebih mementingkan tidur ketimbang harus berhubungan seks. Temuan para ahli dari Amerika Serikat ini menegaskan bahwa kehidupan setelah pernikahan dan hubungan seks antarpasangan rupanya tidak sederhana.
Studi terbaru dari National Sleep Foundation menemukan, satu dari empat orang Amerika yang telah menikah mengaku kurang tidur. Mereka mengaku terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Tidak mengherankan mengapa tidur mengalahkan seks. Karena setelah menikah, kewajiban kerja, kebutuhan keluarga dan interaksi sosial menyita banyak tenaga untuk diutamakan.
Belum lagi masalah tekanan keuangan, kesehatan, dan kesejahteraan hubungan, menempatkan aktivitas seks menjadi daftar paling bawah. Bahkan, ketika akhirnya telah berada di ranjang, banyak dari pasangan lebih senang memegang gadget ketimbang tangan suami atau istrinya.
"Banyak dari kita menjadi multitasking sepanjang hari dalam waktu yang lama. Hal ini dapat memperkaya kemampuan diri, namun juga mengorbankan kehidupan seks," kata Amy Levine, pengamat seks dan pendiri Ignite Your Pleasure.
Dalam beberapa kasus, kelelahan bukanlah satu-satunya alasan mengesampingkan seks. Ada pula orang dengan kondisi kesehatan dengan diagnosa menderita sindrom kelelahan kronis menjadi penyebabnya. Faktor lainnya yakni gaya hidup yang terlalu sibuk, kebosanan, dan hasrat seksual rendah.
Menurut sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, sepertiga dari responden menemukan hasrat seksual mereka cukup rendah. Libido yang rendah baik pada pria dan wanita banyak pemicunya. Seperti stres, rasa cemas dan khawatir. Mereka yang memiliki libido rendah merasa terlalu lelah untuk berhubungan seks. Para ahli percaya, libido yang rendah ini menimbulkan masalah bagi pasangan.
"Banyak wanita merasa puas dan menikmati setelah hubungan seks berlangsung. Tetapi mereka terlalu lelah dan stres untuk merasakan hasrat seksual," jelas Laurie Mintz, profesor Psikologi dari Universitas Florida dan penulis A Tired Woman's Guide to Passionate Sex.
Dalam bukunya, Laurie memberi saran bagaimana pasangan dapat kembali meningkatkan gairah seksual, kepuasan, dan fungsi seksual berjalan semestinya. Pasangan suami istri disarankan untuk tidur teratur dan mencurahkan lebih banyak waktu saat bangun pagi untuk pasangan.
Menurut Laurie, kadang pasangan perlu berpikir lain dari biasanya. Jika mereka terbiasa berhubungan seks di malam hari, kebiasaan itu bisa diubah. Seks kilat di pagi hari akan terasa lebih intim dan menggairahkan. Apabila pasangan telah memiliki anak, sesekali titipkan mereka ke pengasuh atau orang tua. Kemudian, atur waktu kencan khusus berdua. "Pertemuan yang dijadwalkan dapat membantu membangun kembali hubungan dan meredakan ketegangan dalam hubungan Anda,
Mengenal Perubahan Tubuh Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir mengalami beberapa hal yang tak jarang mencemaskan orang tua. Keadaan yang sebenarnya normal dan hanya bersifat sementara. Ketika seorang ibu melahirkan bayinya, selain ingin mendengar tangisannya yang keras tentu tak sabar ingin segera menatap wajahnya dan mengamati setiap bagian bagian tubuh mungil sang bayi.
Bagi ayah dan ibu baru yang memiliki bayi pertama kali menjadi sangat terkejut ketika melihat keadaan bayi yang lahir. Khawatir bahwa hal- hal yang mereka lihat sehubungan dengan bentuk tubuh bayi akan menjadi masalah bagi bayinya.
Terlebih bila selama ini gambaran bayi baru lahir yang ada dalam benak mereka adalah bayi yang sehat dan sempurna secara fisik.
Agar tidak menimbulkan kecemasan, mari kita perhatikan satu per satu agar mnegetahui mana perubahan yang normal akibat proses persalinan, terutama persalinan alami tanpa operasi :
1. Kepala
Bagian kepala bayi baru lahir spontan alami tanpa melalui proses operasi caesar kadang tampak memanjang sedikit bagian puncak kepala, berkesan lonjong. Tidak perlu cemas ini akibat perubahan bentuk ketika bayi melewati pintu panggul ibu.
Pada kasus di mana ibu tidak kuat mnegejan seringkali kepala bayi semakin lonjong dan tampak sedikit ada benjolan lunak berisi cairan. Keadaan ini akan membaik dengan sendirinya dan bentuk kepala akan menjadi bundar setelah beberapa waktu. Tidak boleh dipijat - atau di tekan pada bagian tersebut.
2. Wajah bayi
Pada bayi baru lahir, kadang ada wajahnya sedikit kurang simetris akibat posisi selama dalam rahim, mata bengkak dan terdapat bintik - bintik putih atau bercak merah menyebar pada wajah dan tak jarang mata bayi terlihat seperti juling.
Orangtua tidak perlu cemas, keadaan ini akan membaik dan perlahan akan kembali normal. Bentuk wajah yang sedikit tidak simetris akan kembali normal dalam beberapa hari. Wajah berbintik putih akibat lemak dan wajah berbercak merah (semacam alergi) juga merupakan perubahan yang umum terjadi pada bayi.
Bila menurut pemeriksaan hal tersebut normal maka tak perlu dicemaskan. Kondisi syaraf sekitar wajah dan mata belum sempurna betul saat bayi baru lahir, sehingga orangtua sering panik kuatir anaknya juling karena matnya seolah terbalik dan putih semua.
Perhatikan dalam beberapa waktu akan normal dengan sendirinya seiring berfungsinya saraf sekitar mata dan wajah bayi.
3. Dada dan perut
Pada bayi baru lahir tak jarang bagian dada terutama payudara mengalami seperti pembengkakan dan keras. Hal ini wajar akibat hormon estrogen yang dikeluarkan ibu selama hamil. Bahkan beberapa bayi mengeluarkan cairan bening atau putih dari putingnya. Tidak perlu dipijat atau ditekan-tekan, biarkan saja akan mengempis dengan sendirinya.
4. Perut
Bagian perut bayi terlihat seperti lebih besar dan tidak seimbang (tidak proporsional dengan dada bayi) tidak perlu cemas, bagian perut ini akan mengencang dengan sendirinya.
Memang ketika baru lahir otot otot dinding perut bayi belum kuat betul menyangga organ dan tampak lebih mudah terlihat miring ke satu sisi atau bahkan sperti buncit.
Termasuk ketika pusar bayi tampak sedikit menonjol. Tidak perlu kuatir jika dalam pemeriksaan dinyatakan semua itu normal. Perlahan lahan otot dinding perut akan semakin kuat seiring usia bayi yang bertambah.
5. Bagian kaki
Kaki bayi kadang ada yang sedikit menekuk ke arah dalam atau ke arah luar. Ini normal jika karena posisi bayi selama dalam rahim, Untuk memastikannya maka dokter anak atau bidan akan melelkukan pemeriksaan. Tidak perlu dipijat atau dipaksa lurus dalam waktu singkat.
6. Kelamin
Pada bayi baru lahir, alat kelamin tak jarang menjadi perhatian utama, dan orang tua akan cemas ketika melihat kelamin anaknya. Pada bayi perempuan bibir vagina akan sedikit bengkak dan tak jarang tampak bagian berwarna pink terlihat jelas.
Bagian selaput lunak dan menonjol berwarna pink tersebut adalah hymen atau selaput dara yang perlahan akan mengempis sendiri dan menyesuaikan bentuk bersamaan dengan pertambahan usia bayi. Bayi perempuan juga kadang mengalami menstruasi ini akibat pengaruh hormon kehamilan dari ibu yakni estrogen.
Sementara pada bayi laki laki, alat kelamin pada bagian skrotum/buah zakar tampak lebih besar akibat terkumpulnya cairan. Dalam kondisi normal, cairan ini akan mengempis sendiri ketika bayi berusia 3-6 bulan, perhatikan bila tidak pulih konsultasi dengan dokter anak.
Tidak boleh memijat bagian skrotum. Pada bayi ada yang hanya teraba satu testis atau tidak teraba sama sekali dalam kantung zakarnya. Jangan cemas dulu, tunggu hasil pemeriksaan dokter atau bidan. Bila memang bermasalah akan ditindaklanjuti. Pada umumnya testis yang belum turun terjadi pada bayi prematur.
Obat Tradisional Belum Tentu Aman
Semakin mahalnya harga obat modern dan anggapan bahwa obat herbal lebih aman karena terbuat dari bahan alami, menjadi pendorong minat orang pada obat tradisional. Padahal, hal itu tak selalu benar.
Meskipun terbuat dari bahan-bahan alami, sebenarnya obat herbal juga memiliki potensi efek samping yang sama dengan obat sintetis. Menurut Prof.Maksum Radji, di dalam obat herbal yang disarikan dari bagian-bagian tumbuhan, misalnya akar, daun, kulit, juga terkandung senyawa kimia.
Kandungan senyawa yang terdapat dalam obat herbal ini, selain berkhasiat juga kemungkinan dapat menyebabkan efek samping yang dapat merugikan.
Herbal juga tidak bisa diminum sembarangan karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain.
"Suatu produk herbal tersebut dinyatakan aman hanya apabila sudah dapat dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji keamanan, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas sub- akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik," kata Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia itu kepada Kompas.com.
Ia menambahkan, beberapa efek yang tidak dikehendaki juga dapat terjadi apabila obat herbal dikonsumsi secara bersamaan dengan obat modern.
"Umumnya efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat herbal yang tidak terkontrol dengan baik antara lain adalah gangguan pada ginjal, gangguan hati, fotosensitifitas, alergi, dan gangguan tidur. Pemberian obat herbal juga dihindari pada bayi, balita dan pada lansia yang fungsi organ tubuhnya sudah menurun," paparnya.
Beberapa obat herbal yang sempat "booming" beberapa waktu lalu, seperti buah merah, mahkota dewa, atau daun sirsak, menurut Maksum, sebenarnya sudah diteliti tetapi baru sampai pada tahapan penelitian biomedik.
Pada buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), telah diteliti adanya kandungan ilmiah yang berkhasiat sebagai antidiabetes, antioksidan, antiperadangan, dan efeknya terhadap sel kanker. Sementara pada daun sirsak diketahui memiliki efek antibakteri, antiviral, dan antikanker.
Namun, umumnya penelitian masih dilakukan pada percobaan in vitro atau in vivo pada hewan coba. Hasil percobaan secara biomedik inilah yang seringkali dijadikan dasar bahwa obat herbal dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
"Padahal untuk dapat digunakan dalam pengobatan, masih diperlukan serangkaian tahapan uji klinik untuk memastikan tingkat keamanan, dosis, cara penggunaan, efikasi, monitoring efek samping dan interaksinya dengan senyawa obat lainnya," katanya.
Menurut Maksum, obat-obatan herbal biasanya baru memberikan hasil dalam jangka panjang, karena itu obat tersebut sebaiknya hanya dipakai untuk menjaga kesehatan atau pemulihan penyakit, sedangkan untuk penyembuhan penyakit dibutuhkan obat resep dokter.




