Selasa, 21 Februari 2012

Menulis di Blog Bikin Remaja Lebih Pede


Kebiasaan menulis di situs pribadi seperti blog ternyata berdampak positif bagi perkembangan mental remaja. Dalam studi terbaru terbukti remaja yang punya masalah dalam pergaulannya cenderung lebih tenang dan percaya diri setelah mereka menyampaikan unek-uneknya di blog.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 161 siswa sekolah menengah atas di Israel, yang terdiri dari 124 remaja putri dan 37 remaja laki-laki berusia 15 tahun. Pada umumnya remaja tersebut punya masalah dalam pergaulannya alias kuper.

Para remaja itu dibagi dalam enam kelompok. Empat kelompok ditugaskan untuk mulai menulis di blog, satu kelompok menulis dalam buku harian pribadi mengenai masalah sosialisasi, dan kelompok terakhir tidak melakukan apa pun.

Pada dua kelompok yang diminta ngeblog, mereka fokus menulis tentang persoalan pergaulan dan salah satu kelompok membebaskan pembaca blognya untuk berkomentar. Dua kelompok yang juga melakukan aktivitas ngeblog lainnya diperbolehkan menulis tentang berbagai topik, dan salah satu kelompok tersebut juga terbuka untuk komentar pembaca.

Selama 10 minggu para remaja itu melakukan kebiasaan barunya. Para peneliti kemudian menganalisa kepercayaan diri para remaja itu, termasuk aktivitas sosial dan kebiasaannya sebelum, saat periode penelitian, dan dua bulan pasca durasi penelitian.


Remaja yang berasal dari kelompok menulis blog menunjukkan peningkatan pesat dalam kepercayaan diri. Aspek psikologis lainnya seperti kecemasan dan tekanan emosional juga berkurang.

Peningkatan paling signifikan tampak pada remaja yang diminta "curhat" mengenai masalah pergaulan dan blognya terbuka untuk dikomentari.

Penelitian menunjukkan menulis buku harian pribadi serta bentuk penulisan ekspresif lainnya adalah cara yang baik untuk melepaskan tekanan emosional. Remaja saat ini sangat dengan dunia online sehingga blog bisa menjadi media ekspresi dan komunikasi dengan sebayanya.

Meski gangguan di dunia online atau cyberbullying kini semakin luas, namun pada umumnya komentar-komentar yang masuk dalam blog para remaja itu bernada positif dan memberi dukungan.

Flu Singapura Kembali Mengintai Anak-anak

Flu memang bukan penyakit baru. Setiap pergantian musim dari penghujan ke kemarau atau sebaliknya, wabah flu selalu datang menyerang banyak orang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ada satu jenis flu yang jadi buah bibir. Namanya flu singapura. Dalam ilmu kedokteran flu ini dikenal dengan sebutan Hand, Foot andM outh Disease (HFMD).

Gejala flu jenis ini sama seperti flu pada umumnya. Hanya, jika menyerang pada anak-anak, flu ini bisa memunculkan bintik-bintik merah berisi cairan di telapak tangan, kaki, maupun di mulut. Mirip seperti cacar.

Flu ini ditularkan oleh kelompok virus keluarga Picornaviridae yang termasuk dalam kelompok Enterovirus, Rhinovirus dan sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah kelompok enterovirus yang terdiri dari virus Coxsackie A, B, Echovirus dan Enterovirus itu sendiri. Penyebab terbanyak adalah kelompok Coxsakie A16 (CA16), dan Enterovirus 71 (EV71).

Dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM),mengatakan anak-anak mudah terserang flu ini karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. "Kalau orang dewasa yang kena, paling cuma muncul sariawan saja.

Menurutnya imun yang terdapat pada anak-anak belum sebanyak orang dewasa. Pada orang dewasa, jika terkena satu penyakit maka tubuh akan membentuk sel memori, sehingga tidak akan terkena penyakit yang sama untuk kedua kalinya. "Sedangkan anak-anak di bawah usia 10 tahun, memori imunnya atau sel antibodi belum sama dengan orang dewasa.

AWAS DAYA TAHAN MENURUN

banyak jenis virus flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan selalu berubah sehingga membuat orang dewasa juga sering terserang flu. "Tapi kalau daya tahan tubuhnya kuat, kemungkinan terserangnya sangat kecil. Karena flu hanya menyerang ketika daya tubuh sedang menurun.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi virus flu ini. Dokter hanya bisa memberikan multivitamin untuk menaikkan daya tahan tubuh.

Selain itu, dokter memberikan obat yang biasanya dipakai penderita influenza, obat penurun panas untuk mengatasi demam, dan salep untuk bintik-bintik di kulit. Penderita akan sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuhnya sudah membaik.

Sama seperti flu jenis lain, flu singapura mudah menular saat terjadi kontak langsung dengan si penderita. Misalnya saat berbicara, batuk, atau bersin. Meski bukan penyakit mematikan, flu ini harus diwaspadai

Nah, untuk mencegah penularan virus, sebaiknya penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, terutama pada anak-anak. Jika ingin beraktivitas, sebaiknya menggunakan masker.

Bagi yang belum terkena, disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan makanan bergizi. Pasalnya, jika hanya mengandalkan vaksin, tidak akan efektif lantaran virus flu bersifat mudah bermutasi.

Kalau menyuntikkan vaksin, diperkirakan hanya bertahan satu sampai dua tahun. Tidak seperti vaksin hepatitis dan campak yang bisa buat seumur hidup. "Vaksin flu banyak ragamnya, kalau tidak tepat, hasilnya juga tidak maksimal.

Rabu, 15 Februari 2012

10 Jenis Makanan Berkhasiat untuk Pria



Tubuh yang bugar dan sehat adalah dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen yang kuat, pola hidup sehat serta asupan gizi berkualitas yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi.

Khusus buat para pria, ada baiknya mengenal jenis-jenis makanan bergizi tinggi dan berkhasiat untuk tubuh Anda. Di bawah ini, ada beberapa jenis makan yang biasa Anda konsumsi, tetapi ada pula yang mungkin tak pernah dikenal sebelumnya. Namun tak ada salahnya, Anda mencoba mengonsumsinya demi kesehatan :

1. Bit
Umbi yang satu ini memiliki rasa sangat manis ketimbang sayuran lainnya. Buah berwarna merah tua ini mengandung banyak gula di lapisan kulitnya yang kasar. Mengapa bit menyehatkan? Seperti halnya bayam, bit kaya akan kandungan folat dan betaine. Dua jenis nutrisi ini dapat menurunkan kadar homosistein dalam pembuluh darah Anda.

Homosistein adalah suatu senyawa dalam darah yang dapat merusak arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Kandungan pigmen alami -- yang disebut betacyanins -- dalam bit adalah bahan alami pencegah kanker.

2. Kubis/kol
Siapa yang tak kenal sayuran ini. Satu gelas kubis cincang mengandung 22 kalori dan sejumlah nutrisi penting lainnya. Sebut saja sulforaphane, senyawa kimia yang dapat meningkatkan produksi enzim dalam tubuh yang menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas dan mengurangi risiko kanker. Para ahli di Stanford University menyatakan, sulforaphane dapat meningkatkan produksi enzim penghambat kanker lebih efektif daripada senyawa kimia lainnya yang terkandung dalam sayuran.

3. Jambu Biji
Guava atau jambu biji adalah buah tropis yang memiliki struktur asam yang rumit. Rasa manis buah ini akan terasa saat Anda menggigit bagian tengahnya. Guava kaya akan kandungan lycopene, sejenis antioksidan yang dapat mengatasi kanker prostat. Secangkir jus guava mengandung 688 miligram potassium, atau 63 persen lebih banyak ketimbang yang terdapat dalam pisang. Guava juga dikenal sebagai makanan berserat tinggi. Ada sekitar 9 gram serat dalam segelas guava.

4. Lobak Swiss
Setengah gelas lobak Swiss yang sudah dimasak mengandung masing-masing 10 mg lutein dan zeaxanthin. Menurut para ilmuwan Harvard, dua senyawa ini -- yang juga dikenal sebagai karotenoid-- dapat melindungi retina mata dari kerusakan akibat penuaan. Dua nutrisi ini, yang sebenarnya merupakan pigmen, akan terakumulasi dalam retina, yang terbiasa menyerap bermacam jenis sinar gelombang pendek yang berpotensi merusak mata. Oleh sebab itu, semakin banyak lutein dan zeaxanthin yang dikonsumsi, semakin baik proteksi mata Anda.

5. Kayu Manis
Kayu manis dapat membantu Anda mengendalikan tensi darah, yang tentunya mempengaruhi risiko penyakit jantung. Faktanya, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyatakan, pengidap diabetes tipe-2 yang mengonsumsi 1 gram kayu manis sehari selama 6 pekan (sekitar 1/4 sendok teh sehari) secara signifikan mengalami penurunan kadar gula darah, trigliserida dan kolestrol LDL. Kayu manis mengandung methylhydroxychalcone polymers, yang dapat meningkatkan kemampuan sel tubuh memetabolisme gula hingga 20 kali.

6. Purslane
Purslane atau krokot (Portulaca oleracea) merupakan salah satu gulma yang tumbuh di perkebunan cabai. Gulma ini terkenal sebagai tanaman berkhasiat di beberapa negera seperti Cina, Meksiko dan Yunani. Di Indonesia krokot juga dikenal memiliki kegunaan sebagai penyegar, tonikum pada keadaan kelelahan atau pengganti ginseng

Menurut para ahli di University of Texas di San Antonio, dalam krokot terkandung omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Para ilmuwan juga melaporkan, krokot memiliki kandungan melatonin -- sejenis antioksidan dapat mencegah pertumbuhan kanker -- 10 hingga 20 kali lebih banyak ketimbang buah atau sayuran lainnya.

7. Jus delima
Selama bertahun-tahun jus delima dikenal sebagai minuman populer khususnya di kawasan Timur Tengah. Para ilmuwan Israel mengungkapkan, pria yang meminum 2 ounces (sekitar 60 ml) jus delima setiap hari selama setahun mengalami penurunan tekanan sistolik hingga 21 persen. Kebiasaan ini juga memperbaiki sistem peredaran darah. Biasakan meminum 4 ounces jus delima karena dapat memenuhi 50 persen kebutuhan vitamin C tubuh Anda setip hari.

8. Buah gojiberri atau wolfberry
Karena rasanya yang manis, herbal yang berwarna merah menyala ini sejak lama digunakan sebagai ramuan berkhasiat yang dapat ditambahkan ke dalam masakan daging rebus, ayam atau seafood.

Buah wolfberry mengandung beta-carotene, vitamin C, vitamin B1 and B2, beta-sitosterol (zat anti-inflamasi), asam linoneat, serta bahan bermanfaat lainnya. Berdasarkan teori tradisional China, wolfberry berkhasiat memperkuat peredaran darah, memperkuat ginjal dan hati dan memberi kelembaban pada paru-paru. Wolfberry kerap digunakan untuk mengatasi penyakit "konsumtif" yang ditandai dengan rasa haus (seperti pada penyakit diabetes dan tuberculosis), mengarasi rasa pusing, pandangan kabur, penglihatan kurang jelas dan batuk kronis.

9 Buah Prem
Buah ini mengandung asam neochlorogenic dan chlorogenic, sejenis antioksidan yang efektif melawan "superoxide anion radical." Jenis radikal bebas ini bisa mengakibatkan kerusakan pada sel-sel terutama yang menyebabkan kanker.

10. Biji Labu
Biji labu boleh jadi merupakan bagian paling bernutirisi dalam labu. Dengan memakan biji labu, kebutuhan tubuh Anda akan magnesium akan tercukupi. Ini merupakan hal penting karena para ilmuwan Prancis belum lama ini menemukan pria dengan kadar magnesium tinggi dalam darahnya memiliki kecenderungan 40 persen lebih rendah mengalami risiko kematian awal, ketimbang pria dengan kadar rendah magnesium. Pria sebaiknya mengkonsumsi rata-rata 353 mg jenis mineral ini setiap hari, sedangkan USDA merekomendasikan minimal 420 mg.

Kamis, 09 Februari 2012

4 Cara Stimulasi Bayi 6-9 Bulan



Pada usia 6-9 bulan, bayi mampu duduk lebih baik, lebih mengerti ucapan kita, interaksinya lebih jelas, lebih mengenali apa yang diperlihatkan kepadanya, juga ekspresinya lebih kuat. Titi P Natalia, M,Psi menyarankan sejumlah stimulasi yang tepat diberikan pada bayi usia ini di antaranya:

1. Mainan bergerak. Ada sejenis mainan seluncur seperti sliding car atau sliding ball. Mobil atau bola diletakkan di bagian atas, lalu meluncur atau menggelinding ke bawah melalui trek atau jalan yang ada di mainan tersebut. Tunjukkan cara memainkannya ke bayi, lalu minta ia memperhatikan kala mobil atau bola meluncur ke bawah. Mainan lain seperti baling-baling, pesawat yang digantung lalu berputar, atau ikan yang bergerak di dalam kolam bisa jadi pilihan. Manfaat stimulasi ini di antaranya:
- Melatih respons mata bayi. Matanya akan tergerak untuk melihat dan mengikuti ke mana benda itu bergerak.
- Mengenal aneka warna, bentuk, dan menambah kosakata karena orangtua menunjukkan cara bermain dengan menjelaskan nama-nama mainan itu.
- Melatih kemampuan motorik dan sensori ketika bayi berusaha meraih dan memegangnya.

2. Buku cerita. Pilih buku dongeng yang memiliki aneka kontur (halus, kasar, keras), bisa diremas, pop-up (ada gambar yang timbul atau muncul), atau terbuat dari kain. Intinya, tak sekadar buku dongeng biasa tetapi lebih interaktif. Bacakan dongeng tersebut dengan lembut, hindari intonasi suara terlalu tinggi. Cukup bacakan beberapa menit saja, selanjutnya biarkan bayi mengeksplorasi buku bacaan itu. Manfaatnya:
- Memperkaya kosakata bayi, sehingga kemampuan bicaranya menjadi lebih terasah.
- Pesan moral yang ada dalam dongeng kelak bisa menjadi bekal bayi untuk berperilaku.
- Buku dongeng yang lebih interaktif bisa menstimulasi kemampuan motorik, sensori, daya ingin tahu dan kreativitas bayi.

3. Peralatan rumah tangga. Antara lain peralatan makan, peralatan masak, stoples plastik, bahkan kursi plastik. Peralatan makan bisa dijadikan alat pukul untuk menghasilkan bunyi. Stoples plastik bisa dipukul-pukul. Peralatan dapur bisa untuk main masak-masakan. Atau kursi plastik bisa didorong-dorong untuk belajar berjalan. Dampingi saat bayi mengeskplorasi peralatan rumah tangga tersebut. Manfaatnya, menstimulasi kemampuan motorik, pengetahuan, daya eksplorasi, juga pancaindera.

4. Mainan dan benda bergerak. Tunjukkan mainan atau benda yang menarik perhatian bayi, lalu letakkan mainan atau benda itu sekitar satu meter didepannya. Biasanya bayi akan berusaha meraihnya dengan merayap atau merangkak. Selanjutnya, letakkan lebih jauh supaya kemampuan bayi meningkat. Manfaat stimulasi ini di antaranya:
- Meningkatkan kemampuan koordinasi motorik, kekuatan otot-otot, dan ketangguhan bayi ketika berusaha meraih benda tersebut.
- Menstimulasi kemampuan sensori jika benda yang digunakan beraneka warna dan konturnya berbeda-beda.

5 Perilaku Orangtua yang Bikin Anak Stres



Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?

"Faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri," tukas Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital kepada Kompas Female, saat talkshow "How to be a Healhty & Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2012) lalu.

Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. "Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun," ungkapnya.

Pola pikir anak-anak dan dewasa berbeda. Anak, terutama pada balita, hanya akan menyerap kata-kata yang terdengar, dan belum bisa memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika anak terjatuh dari sepeda dan kemudian menangis. Jika yang terjatuh adalah anak perempuan, orangtua biasanya akan membiarkannya untuk menangis. Tetapi ketika yang mengalami adalah anak laki-laki, orangtua pasti akan melarangnya menangis diiringi pesan, "Kamu tidak boleh menangis", "Kamu kan laki-laki, tidak boleh cengeng", atau "Kamu kan anak laki-laki yang kuat, luka ini tidak ada apa-apanya."

Sekilas, tak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena tujuannya memotivasi anak untuk tidak cengeng. Namun, ketika diserap oleh otak anak, kalimat ini akan memiliki arti yang berbeda. Kalimat tersebut akan diterima sebagai sebuah perintah, yang akan selalu ada di otak mereka sampai dewasa. Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. "Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan seperti itu. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka," tambah Rustika. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.

2. Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). "Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten," tambahnya. Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.

3. Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. "Ketika adik kakak berkelahi, biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah," bebernya. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.

4. Labeling pada anak
Salah satu yang paling berbahaya yang dilakukan orangtua kepada anak adalah memberi label atau cap kepada anak. Kata-kata seperti, "Dasar kamu anak pemalas", atau "Kamu kegemukan, makanya pakai baju apa saja tidak ada yang cocok", atau "Kamu kok lemot sih, nggak pinter seperti kakakmu?". Hati-hati, labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.

5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun, sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan orangtua, lalu berusaha membatasi gerak mereka. "Jangan main di sana", atau "Jangan dipegang-pegang!", dan masih banyak kata larangan lain yang digunakan orangtua untuk membatasi kreativitas anak. Meski memiliki tujuan yang baik agar si anak tidak terluka, namun kata-kata "jangan" dan "tidak" ternyata bisa membuat anak menjadi stres karena mereka tidak bebas untuk melakukan apapun.

Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak. "Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu," ujar Rustika.

7 Langkah Mudah Redakan Stres



Sibuk dengan perkerjaan kantor, mengurus anak atau pekerjaan rumah adalah hal-hal yang membuat seseorang rentan mengalami stres. Semakin sering Anda berada pada situasi yang tidak nyaman, bukan tidak mungkin hal ini akan memengaruhi kondisi kesehatan Anda.


"Ketika Anda berulang kali mengalami stres, sistem saraf Anda tetap tegang. Bahkan tingkat stres yang kecil dapat membuat Anda merasa kewalahan," kata Dr. Henry Emmons, yang juga penulis The Chemistry of Calm.

Emmons memaparkan, ada 7 (tujuh) tahap untuk membuat seseorang lebih tenang saat harus berhadapan dengan stres, seperti dijelaskan di bawah ini :

1. Kenali tanda-tandanya

Cara terbaik untuk mengelola stres adalah dengan mengenali sedini mungkin gejalanya. Tetapi hal ini sulit untuk dideteksi, karena sinyal yang diperlihatkan tubuh sangat halus. "Orang sering tidak menyadari bahwa stres mempengaruhi kualitas tidur. Anda mungkin bisa tidur selama delapan jam, tapi sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga Anda terus merasa lelah," kata Dr Emmons.

Untuk mendeteksinya, luangkan waktu selama beberapa menit setiap hari untuk memikirkan perubahan kebiasaan atau kesehatan apa saja yang telah terjadi pada diri Anda yang mungkin dipicu akibat kecemasan.

2. Alihkan pikiran

Ketika seseorang merasa tegang atau tertekan, pikiran mereka mungkin akan terus didesak memutar ulang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Emmons menyarankan untuk mengubah fokus perhatian ke tubuh sebagai gantinya. Bagaimana caranya? Carilah tempat yang tenang untuk duduk dan buat pikiran rileks. Kemudian, tarik napas dalam-dalam melalui diafragma, dan menghembuskannya secara perlahan melalui mulut.

Cara ini cukup efektif membantu menenangkan sistem saraf Anda. "Anda bahkan dapat berlatih pernapasan ketika tidak sedang stres, sehingga Anda tahu persis apakah teknik pernafasan dapat menenangkan pikiran Anda," kata Emmons.

3. Aktivitas fisik

Stres menjadi alasan yang cukup sering digunakan banyak orang untuk tidak berolahraga. Padahal dengan melakukan aktivitas fisik, kadar hormon stres dalam tubuh bisa diseimbangkan, kata Emmons. Lakukan aktivitas olahraga yang Anda Anda sukai, seperti misalnya bersepeda, berenang atau jogging.

4. Ngemil sehat

Ketika stres muncul, manusia umumnya cenderung ingin mengonsumsi makanan ringan atau ngemil. Kudapan manis dapat memicu lonjakan glukosa darah, sehingga membuat Anda merasa lebih gelisah. Untuk camilan yang lebih sehat, Anda bisa menggantinya dengan mencampur stroberi segar ke dalam saus coklat gelap. Kenapa? Karena, stroberi tinggi kandungan vitamin C yang dapat menurunkan stres akibat radikal bebas. Sementara coklat gelap membantu mengurangi hormon stres (seperti kortisol) dalam tubuh. Pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi wortel atau batang seledri.

5. Telepon teman

Menghabiskan waktu dengan teman-teman membantu tubuh kita memompa keluar hormon oksitosin, sehingga tubuh merasa lebih baik. Luangkan waktu berkumpul secara teratur bersama teman atau sahabat, akan membuat perasaan Anda menjadi lebih baik.

6. Pergi jalan-jalan

Hanya dengan menghirup udara segar dapat meningkatkan pandangan Anda, membantu Anda menangani situasi sulit dengan lebih tenang. Pergi ke sebuah taman dekat rumah dan menghirup wangi bunga cukup untuk membuat pikiran kembali tenang. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma tertentu (seperti lavender) dapat membantu mengatur ulang sistem kekebalan tubuh ke tingkat yang normal.

7. Persiapkan diri untuk tidur

Kurang tidur hanya membuat Anda merasa lebih cemas. Untuk mengatasi hal ini, ambil sebuah buku dan pena, lalu tuliskan setiap pikiran negatif yang muncul di kepala Anda, kata Sue Patton Thoele, salah seorang psikoterapis dan penulis buku ternama. Cara ini menurut Patton memang berlawanan dengan intuisi, tapi dengan mencatat sejumlah keluh kesah Anda di atas kertas, cukup dapat membantu mengurangi beban pikiran.

Inilah 5 Jenis Kanker Paling Mematikan

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 dan 2015.

Kanker bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin dan status sosial. Di Hari Kanker sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari, WHO mencatat bahwa hampir 80 persen kematian akibat kanker datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bahkan, seperempat di antaranya terjadi sebelum usia 60 tahun.

Sebagian besar kasus kanker umumnya muncul karena kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Tetapi dengan memodifikasi gaya hidup, sebesar 30 persen risiko kanker bisa dicegah. Menyambut hari kanker sedunia, WHO mengumumkan 5 (lima) jenis kanker yang menempati peringkat teratas dengan jumlah kematian tertinggi:

1. Kanker Paru-paru (1,4 juta kematian)
Ini adalah jenis kanker paling mematikan baik bagi pria mau pun wanita. Setiap tahun, lebih banyak orang yang meninggal karena kanker paru-paru ketimbang kanker payudara, usus besar, dan kanker prostat (sekalipun ketiganya digabungkan). Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Semakin banyak rokok yang Anda hisap setiap hari dan semakin awal Anda mulai merokok, semakin besar risiko terkena kanker paru-paru. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dengan rendah kandungan tar dapat menurunkan risiko kanker paru.

2. Kanker Perut (740.000 kematian)
Beberapa jenis kanker diketahui dapat mempengaruhi lambung. Adenokarsinoma adalah tipe paling umum untuk kanker perut. Perkembangan kanker ini umumnya ditemukan pada lapisan lambung. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kanker ini mulai meredup. Para ahli berpikir, penurunan ini mungkin dipicu karena perubahan gaya hidup seperti mengurangi asupan garam dan merokok.

3. Kanker Hati (700.000 kematian)
Dalam kebanyakan kasus, penyebab kanker hati disebabkan karena sirosis, yang merupakan hasil akhir dari kerusakan hati kronis yang disebabkan oleh penyakit hati kronis. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum dari sirosis hati.

4. Kanker Kolorektal (610.000 kematian)
Kanker kolorektal bisa mulai tumbuh dari usus besar (kolon) atau rektum (ujung usus besar). Awalnya, hampir semua kanker kolorektal jinak (polip), namun lama kelamaan berkembang menjadi kanker. Kanker ini merupakan jenis kanker terbesar ketiga dunia dari segi jumlah penderitanya. Kanker kolorektal juga merupakan penyebab kematian nomor dua dua dunia, di mana faktor usia turut mempengaruhi.

5. Kanker Payudara (460.000 kematian)
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi penyakit mematikan nomor satu pada perempuan.