Selasa, 26 Oktober 2010

Patah Hati Bisa Sangat Mematikan



Jangan pernah menyepelekan patah hati karena dampaknya ternyata bisa sangat berbahaya bahkan mengancam nyawa.

Dalam istilah medis dikenal sejenis kondisi yang disebut "broken heart syndrome". Sindrom ini tak bisa dianggap enteng karena dapat memicu produksi hormon stres seperti adrenalin sehingga melemahkan sebagian fungsi otot jantung untuk sementara bahkan mengalami kerusakan (cardiomyopathy).

Dokter spesialis jantung Dr Zulkeflee Muhammad dari National Heart Institute Malaysia mengatakan, dari 3.400 kasus serangan jantung diperkirakan sekitar tiga persen di antaranya disebabkan "broken heart syndrome".

Gejala sindrom ini menyerupai serangan jantung dan cenderung terjadi setelah seseorang mengalami pukulan akibat peristiwa yang melibatkan fisik atau momen yang sangat emosional.

Kondisi ini dalam istilah medis juga disebut Takotsubo cardiomyopathy. Pertama kali dideteksi oleh para peneliti Jepang pada awal 1990-an, sindrom ini sampai sekarang masih menjadi sebuah misteri bagi kebanyakan kalangan medis.

"Walau begitu, sindrom ini bisa pulih tanpa menimbulkan cedera pada otot jantung," ungkap Dr Zulkeflee.

Ia menambahkan, terkadang sulit untuk menentukan apakah seorang pasien mengalami serangan jantung atau stress cardiomyopathy sebab gejalanya bisa serupa.

"Tetapi pada stress cardiomyopathy, angiogram menunjukkan tidak adanya penyumbatan pada arteri dan scan (magnetic resonance imaging/MRI) akan menunjukkan tidak adanya kerusakan permanen," ujarnya.

"Kondisi ini berbahaya dan bisa menjadi fatal, tetapi dapat dipulihkan. Mereka yang dirujuk ke rumah sakit biasanya dirawat selama sepekan. Dalam empat minggu, mereka benar-benar akan benar-benar pulih dan kembali menjalani kehidupan normal," ujarnya.

Kondisi ini jarang menjadi fatal selama pasien mendapatkan perawatan medis, bantuan pernafasan dan alat bantu kritis lainnya dalam 48 jam pertama.

Lalu apa saja peristiwa yang dapat membuat seseorang mengalami broken heart syndrome?

"Stres emosional yang akut seperti mengalami kejadian tabrakan hebat, kehilangan orang tercinta, kehilangan pekerjaan, mengalami perceraian, memiliki atasan yang buruk, menjadi korban bencana alam hebat seperti tsunami atau gempa, merupakan faktor pemicu pada orang dewasa. Bahkan, pesta kejutan ulang tahun pun bisa menyebabkan broken heart syndrome," kata Dr Zulkeflee.

Ia menambahkan, tingkat hormon stres pada seseorang yang mengalami broken heart syndrome tercatat 34 kali lebih tingggi dibandingkan pasien yang mengalami serangan jantung.

Sejumlah gejala umum yang dikenali saat seseorang mengalami serangan jantung di antaranya adalah nafas yang tersengal-sengal, sakit dan rasa tidak nyaman pada dada.

"Kasus ini terjadi manakala otak menginstruksikan jantung untuk berhenti. Pada mereka yang mengalami stress cardiomyopathy, selang 48 jam pertama adalah masa kritis karena kemungkinan buruk bisa terjadi," tambah Dr Zulkeflee.

Ia menyatakan, kasus stress cardiomyopathy jarang terjadi di negara-negara Barat karena di sana tersedia sistem dukungan yang baik bagi mereka yang mendapat musibah kehilangan orang tercinta atau korban kecelakaan.

"Di negara-negara Timur, ketika seorang perempuan kehilangan suaminya atau ketika seseorang kehilangan orang tercinta, mereka harus berjuang mengatasi situasi itu sendirian. Ini dapat memicu pelepasan hormon stres yang sangat besar dalam tubuh dan menyebabkan timbulnya stress cardiomyopathy," ujarnya.

Dr Zulkeflee juga menyarankan, bagi mereka yang merasakan sakit pada daerah dada atau merasakan tidak nyaman untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

"Semakin dini anda berkonsultasi, semakin baik buat Anda. Namun harus diketahui bahwa stres yang dialami dari hari ke hari tidak menyebabkan broken heart syndrome. Penyebabnya adalah stres emosional dan fisik yang akut," terangnya.

Menurut penjelasan Mayoclinic.com, kondisi ini disebut Takotsubo cardiomyopathy karena ada kaitannya dengan cerek atau pot yang dipakai seorang nelayan Jepang untuk menangkap gurita. Ketika para dokter mengambil gambar foto sinar X dari pasien yang mengalami broken heart syndrome, bagian jantungnya menyerupai pot yang digunakan nelayan Jepang tersebut. Penyakit ini mengacu pada stres cardiomyopathy, stres yang memicu cardiomyopathy atau apical ballooning syndrome (ABS).

Tips Mengenali 4 Tipe Pembicara



Kepribadian seseorang dapat dikenali dari cara mereka berbicara. Meskipun demikian, banyak orang belum menyadari termasuk kategori manakah orang yang mereka ajak bicara. Padahal bila tidak mengetahuinya, komunikasi yang terjalin tidak dapat berlangsung dengan baik.

"Kenali cara berkomunikasi lawan bicara Anda. Dengan mengenali caranya berbicara, Anda akan tahu orang seperti apakah lawan bicara Anda tersebut," kata Erwin Parengkuan, saat peluncuran dan bedah buku Clik! yang ditulisnya, di Apartemen Verde, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/10/2010) lalu.

Menurut pria yang mengajar public speaking di TALK-inc ini, pada dasarnya ada empat macam tipe bicara:

1. Si Gesit
Cara berbicara: Tipe gesit biasanya berbicara dengan menggebu-gebu dan penuh semangat. Dalam suatu kesempatan, biasanya dia banyak berbicara. Tipe ini biasanya sangat disukai oleh pimpinan, meskipun terkadang ide yang dilontarkan tidak relevan.

Orang dengan tipe ini biasanya suka menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, dia akan selalu tampil untuk mengemukakan pendapat. Tipe gesit biasanya suka mendominasi pembicaraan, tidak sabar, selalu ingin pendapatnya didengarkan, lugas, dan terbuka. Orang bertipe ini juga penuh dengan ide-ide baru karena dinamis.

Kemampuan menyimak: Orang tipe gesit kurang mampu dalam menyimak. Biasanya, dia hanya mengambil inti dari informasi yang diperolehnya. Meskipun demikian, dia terbuka dengan gagasan orang.

Tipe ini biasanya tidak suka jika hanya menjadi pendengar. Apabila ada orang yang berbicara lebih banyak, dia akan merasa terintimidasi. Sisi negatifnya adalah dia suka mendebat pendapat orang lain.

Metode berpikir: Dia adalah orang yang berpikiran praktis. Prinsipnya adalah kerjakan saja dahulu, nanti baru dipikirkan.

2. Si Rinci
Cara berbicara: Orang ini akan cenderung tertutup. Tetapi kalau ditanya tentang suatu masalah, dia akan menjelaskan dengan panjang-lebar, dilengkapi dengan konsep-konsep dan gagasan-gagasan yang cemerlang. Hal ini disebabkan karena pengetahuannya yang lengkap. Meskipun demikian, seringkali orang merasa tidak nyaman jika harus berbicara dengan dia karena sifatnya yang suka menggurui.

Cara menyimak: Dia adalah penyimak yang hebat, karena mampu menyimak informasi dengan cepat dan sempurna. Dia memiliki kebiasaan mempelajari informasi berdasarkan apa alasan di balik informasi tersebut. Oleh karena itu, tipe ini sangat sulit dibohongi.

Metode berpikir: Baginya, segala sesuatu harus direncanakan dan dilaksanakan setahap demi setahap. Metode berpikirnya komprehensif sehingga membuat intuisinya terasah dengan baik. Meskipun demikian, seringkali dia menjengkelkan, karena lambat dalam membuat keputusan. Selain itu juga sulit dalam bertindak karena keraguannya.

3. Si Kuat
Cara berbicara: Karena dia menguasai bidangnya, cara berbicara orang tipe ini biasanya tegas dan intonasinya kuat. Dia berbicara dengan penuh percaya diri dan berdasar pada pemikiran yang kuat. Ketika memimpin, dia termasuk orang yang tegas dan tidak mau menoleransi kesalahan.

Meskipun demikian, dia cenderung oportunis. Dia mau berkomunikasi hanya jika ada kepentingan pribadi. Dia juga seringkali sulit untuk diajak bekerja sama karena cenderung menolak pendapat orang lain.

Cara menyimak: Orang pada tipe ini kurang pandai dalam menyimak. Dia hanya akan menyimak apabila ada sesuatu yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu, dia bukan orang yang mudah untuk dipengaruhi.

Metode berpikir: Tipe ini biasanya memiliki pemikiran sendiri yang kadang unik dan berbeda dari kebanyakan orang. Dia juga terkenal dengan idenya yang radikal dan sering keluar pakem.

4. Si Damai
Cara berbicara: Dia cenderung tidak terlalu suka bicara. Bahkan tidak jarang mengalami kesulitan ketika harus menyampaikan pendapat, ide, atau pemikiran pribadinya. Meskipun demikian, dia sangat menyukai diskusi karena dapat menambah pengetahuannya sehingga meningkatkan kepercayaan dirinya.

Cara menyimak: Dia adalah pendengar yang baik. Namun sayangnya, terkadang dia menerima informasi begitu saja tanpa menyaringnya terlebih dahulu sehingga dia mudah terpengaruh dan percaya pada orang lain.

Metode berpikir: Orang ini selalu berpikir untuk kepentingan orang lain. Dia akan bahagia apabila orang lain bahagia. Karena kepribadiannya yang sensitif, apa yang dikatakan oleh orang lain dapat mempengaruhi suasana hatinya. Dia adalah orang yang berhati-hati dalam mengambil keputusan dan sulit dimotivasi untuk keluar dari keadaannya yang sekarang.

Kamis, 21 Oktober 2010

Tahun Pertama Pernikahan Menentukan Perjalanan Selanjutnya



Setelah menikah, proses penyesuaian sepasang kekasih bagaikan kembali ke titik awal. Dalam ikatan pernikahan bisa muncul kejutan-kejutan kecil seputar sifat atau kebiasaan pasangan yang tak ditemukan di masa pertunangan ataupun berpacaran. Ada juga yang berharap kebiasaan buruk di masa sebelum menikah bisa menghilang setelah kekasih menjadi suami atau istri. Namun, yang ditemukan justru semakin panjangnya kebiasaan buruk pasangan.


Sebetulnya tidak ada yang berubah pada sifat asli seseorang meskipun ia telah menikah. Kalaupun terlihat semakin banyak ketidakcocokan yang muncul, itu karena setelah satu atap dengannya, mau tidak mau tampaklah karakter atau sifat asli, kebiasaan-kebiasaan, juga masalah yang tidak sempat muncul di permukaan kala pacaran. Inilah yang harus dipahami oleh masing-masing pasangan.

Perbedaan karakter, sifat, serta kebiasaan-kebiasaan umumnya menjadi masalah dalam hal pengelolaan keuangan, pembagian peran dalam rumah tangga, penerimaan/penempatan diri dalam keluarga besar, hubungan intim, pembagian waktu antara pekerjaan dan rumah, sampai kesempatan bergaul dengan teman. Bila kemudian lahir anak pertama, maka dari pola pengasuhan anak pun bisa timbul perbedaan.

Mempertemukan Kepentingan
Proses penyesuaian memang butuh perjuangan agar dapat memadukan perbedaan-perbedaan serta mempertemukan kepentingan-kepentingan yang muncul. Tentunya diperlukan saling pengertian dari kedua belah pihak serta kebesaran hati lewat komunikasi yang intens dan pas. Contohnya saja, dalam hal pengasuhan anak diperlukan kebesaran hati untuk bisa memasukkan kedua pola asuh yang berbeda atau merumuskan pola asuh yang pas.

Meski penyesuaian terus terjadi sepanjang usia pernikahan, hal-hal mendasar seperti metode pengelolaan keuangan, pola asuh anak, dan hal-hal lain yang disebutkan tadi diselesaikan di tahun-tahun pertama pernikahan. Mengapa? Bila dibiarkan berlarut-larut, terutama karena gengsi atau khawatir kehilangan kemesraan dan akhirkan dibiarkan saja, ganjalan ini dapat menjadi api dalam sekam dan memunculkan masalah-masalah baru. Hal ini tentunya akan mengancam keharmonisan hubungan selanjutnya.

Sebaliknya, bicarakan perbedaan-perbedaan yang ada dan lakukan penyesuaian-penyesuaian oleh suami istri agar ditemukan jalan tengahnya. Penyesuaian-penyesuaian ini sejatinya bisa menjadi peluang atau momentum bagi masing-masing untuk bisa saling mengenal, saling memahami lebih baik lagi pasangannya baik secara fisik, emosi, kebiasaan, minat, hobi, dan lain-lain. Jika keduanya berhasil melewatinya dengan baik, maka memasuki tahun-tahun selanjutnya akan terbentang landasan yang lebih kokoh lagi.

Introspeksi dan Toleransi
Pada dasarnya, pernikahan merupakan proses kerja sama dari kedua belah pihak. Jadi harus dipahami, dalam mengupayakan keharmonisan rumah tangga, cinta saja tidak cukup untuk dapat menghadapi semua permasalahan. Diperlukan pula kematangan dalam bersikap, kematangan emosi, dan kedewasaaan berpikir, kesediaan bertoleransi, serta komunikasi yang sehat.

Bila dalam kehidupan berumah tangga tersebut timbul konflik, maka kenali sumber konflik tersebut dan tantangannya. Jadikan hal itu sebagai sarana untuk pasangan lebih melakukan introspeksi diri dan kembali ke konsep awal pernikahan. Upayakan setiap konflik dapat terselesaikan dan mampu dibicarakan tanpa emosional. Caranya dengan mencari waktu yang tepat, semisal di saat santai, untuk membahasnya.

Pada saat membahas, jangan menyerang pribadi, tapi fokuslah pada masalah dalam kerangka kasih sayang. Jika semua masalah dikomunikasikan dengan baik dan dilakukan kesepakatan bersama tanpa dibuat rumit, maka potensi konflik yang muncul bisa dikurangi, bahkan dihilangkan.

Rabu, 13 Oktober 2010

10 Makanan untuk Kecerdasan Anak

Penelitian membuktikan, kekurangan 1 mineral dan vitamin yang penting untuk otak bisa menurunkan kesiagaan mental otak. Pola makan yang kaya buah dan sayuran, gandum, ditambah dengan daging dan ikan dapat mencukupi kebutuhan mineral dan vitamin utama yang diperlukan bagi kesehatan fisik dan mental.


Apa saja bahan makanan yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta berpikir anak-anak? Berikut 10 bahan makanan yang dianjurkan oleh dr Saridian Satrix W, SpGK:

1. Salmon
Salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3 -DHA dan EPA- yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan, orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Kandungan asam lemak omega 3 untuk per 100 gram ikan salmon adalah 2,2 gram. Kebutuhan anak-anak akan omega 3 per hari adalah 1,2 gram.

2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat. Kandungan kolin dalam 1 butir telur berukuran besar adalah 126 mg. Bandingkan dengan 2 sendok makan selai kacang yang hanya mengandung 20 mg dan 300 gram daging sapi degan kandungan 66 mg kolin. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari.

3. Selai kacang
Kacang tanah (peanut) yang banyak diolah menjadi selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan sumber antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi. Setiap 2 sendok makan selai kacang mengandung 2,9 mg vitamin E, sedangkan kebutuhan anak-anak per hari antara 4-10 mg.

4. Kacang-kacangan lain
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat maakn siang. Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asam lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya, khususnya ALA, jenis asal omega 3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak.

5. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf. Gandum mengandung vitamin B sebanyak 1,5 mg per 100 gram. Sedangkan kebutuhan vitamin B pada anak-anak adalah 1 mg per hari.

6. Havermut
Havermut merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan gizi penting bagi otak. Havermut dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, havermut akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Havermut juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potasium,d an seng yang membuat tubuh dan otak berfungsi pada kapasitas penuh. Kandungan vitamin E pada 250 gram havermut adalah 0,08 mg. Kandungan vitamin B 0,26 mg per 250 gram havermut dan seng 6,19 mg per 250 gram havermut.

7. Beri
Kelompok keluarga beri (stroberi, ceri, bluberi), semakin kuat warnanya semakin banyak zat gizi yang dikandungnya. Beri mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker. Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak bluberi dan stroberi mengalami perbaikan dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah beri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega 3.

8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, dan bayam adalah sayuran yang kaya gizi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.

9. Susu dan yoghurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis zat gizi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter, dan enzim. Susu dan yoghurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Daging sapi tanpa lemak adalah salah satu sumber makanan yang mengandung banyak zat besi. Kandungan zat besi dalam 100 gram daging sapi adalah 4,05 mg. Sedangkan kebutuhan akan zat besi pada anak-anak adalah 3-10 mg per hari.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Mual dan Muntah Tanda Bayi Sehat

Perasaan tidak enak karena mual dan muntah di awal kehamilan sering membuat calon ibu kewalahan. Tapi ternyata ada sisi positif dari gejala yang disebut morning sickness ini, yakni menandakan janin dalam kondisi sehat dan tidak mudah mengalami keguguran.

Diperkirakan 50-90 persen ibu hamil mengalami morning sickness. Dari penelitian yang dilakukan Dr.Ronna L. Chan dan timnya diketahui wanita yang mengalami keluhan morning sickness justru jarang yang mengalami keguguran.

Lantas, apakah ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness perlu khawatir? Tidak juga ternyata. "Gejala di awal kehamilan sangat bervariasi pada tiap ibu hamil. Jadi tidak berarti ibu hamil yang lancar-lancar saja di awal kehamilan akan mengalami masalah pada kandungannya," kata Chan dari Universitas North Calorina yang melakukan penelitian ini.

Untuk mengetahui kaitan antara morning sickness dengan risiko keguguran lebih detil, Chan tidak hanya melihat ada tidaknya gejala mual muntah tapi juga seberapa lama gejala itu dirasakan. Dalam penelitiannya ia mengamati kesehatan 2.400 ibu hamil di Amerika.

Seluruh ibu hamil yang diteliti terlibat sejak awal kehamilan atau saat mereka sedang dalam program untuk hamil. Sekitar 85 persen ibu hamil mengalami morning sickness dalam beberapa tingkatan dan 53 persen mengalami gejala mual dan muntah.

Sebelum kehamilan menginjak usia 20 minggu, 11 persen responden mengalami keguguran. Kebanyakan adalah ibu hamil yang tidak mengalami gejala morning sickness. "Risiko untuk keguguran pada yang tidak mengalami morning sickness 3,2 kali lebih besar," kata Chan.

Faktor usia juga ikut memengaruhi risiko keguguran. Pada ibu hamil yang berusia kurang dari 25 tahun dan tidak mengalami morning sickness, risiko untuk keguguran empat kali lebih tinggi dibanding ibu hamil yang menderita morning sickness dan risikonya menjadi 12 kali lebih tinggi jika ibu hamil itu berusia lebih dari 35 tahun. Makin lama gejala morning sickness yang dialami, makin rendah pula risikonya untuk keguguran.

Beberapa teori menjelaskan kaitan antara gejala mual muntah tersebut dengan kesehatan janin. "Mual dan muntah selama kehamilan adalah mekanisme untuk meningkatkan kualitas nutrisi ibu hamil serta mengurangi kandungan berbahaya yang mungkin ada dalam tubuh ibu sehingga janin lebih terlindungi," kata Chan.