Minggu, 26 September 2010

Ini Dia... Cara Menentukan Jenis Kelamin Anak


Banyak pasangan yang bercerai karena tidak mendapatkan anak laki-laki. Apakah pasangan bisa menentukan jenis kelamin untuk anak-anak yang akan dilahirkannya. Para peneliti dari Universitas Missouri menemukan caranya.

Dr Cheryl Rosenfeld, peneliti dari University of Missouri mengungkapkan apa yang dikonsumsi calon ibu pada masa awal kehamilan dapat memengaruhi jenis kelamin dan kualitas kesehatan si jabang bayi.

Menurut peneliti, jika calon ibu yang selalu sarapan dengan makanan yang banyak mengandung lemak ketika masa pembuahan akan cenderung melahirkan bayi laki-laki.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini merupakan kelanjutan dari penelitian dua tahun lalu. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa diet para ibu selama masa konsepsi dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.

"Diet tinggi kalori cenderung membuat ibu melahirkan anak laki-laki ketimbang perempuan, sedangkan diet rendah kalori justru sebaliknya. Pada riset manusia dan tikus, pembatasan makanan dan diet suboptimal selama masa pembuahan dan awal kehamilan juga menghasilkan banyak anak perempuan," kata Rosenfeld.

"Kemungkinan besar ini karena kekalahan seleksi dari fetus laki-laki, sebagai jenis kelamin paling rentan dalam rahim," tambah Rosenfeld.

Untuk pastinya, para peneliti melakukan analisa gen pada plasenta tikus hamil di laboratorium. Dua kelompok tikus diberi dua jenis diet berbeda, yakni diet tinggi lemak atau karbohidrat, dan diet rendah kalori.

Setiap kelompok ini menunjukkan efek dan ciri yang khusus dibanding kelompok lain yang diberi makanan yang bersumber dari kacang kedelai.

Selain terhadap perubahan kelamin, fetus perempuan pun cenderung lebih sensitif pada jenis makanan ibunya. Dan terdapat gen-gen yang cenderung lebih mudah terpengaruh atau terganggu.

Setelah 12 hari , yang merupakan setengah dari masa kehamilan tikus, peneliti menemukan perbedaan pada hampir 2.000 gen termasuk yang mempengaruhi pembentukan fungsi ginjal dan indra penciuman.


Hasilnya, gen menunjukkan sesuatu yang bersifat adaptif yang terbentuk oleh pola makan selama kehamilan. Dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.

Peneliti menyimpulkan, ekspresi gen pada plasenta tikus bersifat adaptif dan dibentuk oleh pola diet selama hamil, dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.

Diet tinggi kalori dan sarapan rutin pada studi ini diduga dapat meningkatkan peluang mendapatkan anak laki-laki. Sedangkan para ibu dengan asupan energi yang yang lebih rendah cenderung akan melairkan bayi perempuan.

Hasil studi ini juga menunjukkan jika asupan kalori yang tinggi pada masa konsepsi dapat meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki dari 10 hingga 11 dari setiap 20 kelahiran.

Arti Air Mata Pria



Bila wanita menangis mungkin itu biasa. Namun bila seorang pria menangis, apa artinya ya?

Pria berbeda dengan wanita. Dari segala sisi mulai dari fisik hingga emosi. Misalnya soal menangis, bagi wanita menangis dapat dijadikan sarana berekspresi. Sedih, senang kita bisa ungkapkan dengan menangis. Namun apa artinya bila pria sudah mengeluarkan air mata.

Psikolog yang juga penulis buku "Tin Man' William Juli, PhD menjelaskan bahwa pria menangis di belakang Anda, ini biasa terjadi.

Artinya ia mendapat tekanan berlebih yang tak ingin Anda tahu. Misalnya sepulang kerja dia berubah sikap menjadi lesu dan tak bergairah dengan raut wajah sedih. "Hal yang bisa Anda lakukan adalah bertanya dengan lembut dan mendengarkan keluhannya.

Terjebak dalam depresi "mini". Kebanyakan pria tidak dibiasakan mengekspresikan keadaan emosinya dengan air mata. Sebab itu bila air matanya telah keluar dia merasa telah mengalami krisis kecil dalam hidupnya yang akan menuntun ke keadaan depresi.

Sebagai pasangannya, wanita harus bisa jadi sandarannya dalam keadaan seperti ini. Jangan pernah singgung kejantanannya dengan mempersalahkan air mata yang keluar.

Tetapi menurut banyak penelitian tentang kejiwaan, Anda sebagai perempuan seharusnya bersyukur memiliki pasangan yang mudah menangis atau tak ragu mengeluarkan air mata meski di belakang Anda sekalipun.

Sebab jenis pria seperti ini adalah pria yang memiliki keseimbangan yang baik antara segi makskulinnya dan segi emosionalnya. Pria seperti ini akan cenderung terbuka dan akan membiarkan Anda tahu perasaannya sesungguhnya.

Mitos Seputar Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit yang cukup "disegani", selain karena tidak mungkin disembuhkan, efek samping penyakit ini bisa berakibat fatal. Meski penyakit ini cukup dikenal, nyatanya masih banyak mitos yang melingkupinya. Cari tahu fakta sebenarnya di sini.


Kebanyakan gula bikin diabetes
Mengurangi asupan gula memang salah satu dari cara mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Namun bukan berarti hal itu menjadi penyebab penyakitnya. Faktanya, diabetes disebabkan karena tubuh tak cukup menggunakan insulin, hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh.

Penderita diabetes harus mengonsumsi makanan diet
Sebenarnya tidak tepat begitu. Hingga saat ini belum ada diet khusus untuk diabetes, yang ada adalah upaya menormalkan kembali kadar gula darah. Semua makanan boleh dikonsumsi diabetesi asalkan sanggup membatasi jumlahnya sesuai kebutuhan. Jika tidak, apalagi sulit menurunkan gula darahnya, untuk amannya konsumsi jenis makanan yang disarankan dokter. Penelitian menunjukkan, makanan yang kaya serat efektif menurunkan gula darah.

Pengidap diabetes butuh insulin
Mitos ini sering membuat pasien yang baru didiagnosa diabetes menjadi panik. Memang penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin, membutuhkan suntikan insulin. Pasien diabetes tipe 2 butuh suntikan insulin bila obat-obatan sudah tidak efektif lagi. Tetapi dengan pengaturan pola makan dan obat saja biasanya sudah cukup.

Penyakit diabetes ada yang ringan
Tidak. Sebagian pasien memang memiliki kadar gula darah yang tinggi dibanding yang lain sehingga penyakitnya mengalami komplikasi. Namun, begitu dokter mendiagnosa Anda terkena diabetes, jangan pernah mengingkarinya dan menganggap penyakit ini sepele. Karena Anda perlu melakukan titik balik perubahan gaya hidup. Lakukan perubahan pola makan dan berolahraga untuk mengontrol gula darah.

Sering kencing malam hari tanda diabetes
Sering buang air kecil, mudah haus, berat badan turun drastis, nafsu makan meningkat dan kelelahan merupakan gejala diabetes. Namun ada kondisi pendahuluan dari munculnya diabetes, yaitu penderita belum mengalami gejala fisik diabetes tapi kadar gula darah puasanya sudah di atas normal. Kondisi ini disebut gejala pre-diabetes. Untuk itu, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah minimal setahun sekali, terutama jika Anda termasuk kegemukan dan memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.

Semprotan Penghilang Rasa Malu




Apakah Anda termasuk pemalu, gampang grogi, atau kurang pergaulan (kuper)? Masalah Anda tak lama lagi akan ada solusinya. Para ahli di Israel telah mengembangkan obat baru yang dapat meredam hambatan dalam bersosialisasi.


Seperti dilaporkan harian Telegraph, para ilmuwan di Seaver Autism Center for Research and Treatment dan Columbia University, menciptakan obat semprot hidung yang mengandung hormon oksitosin. Obat ini diklaim dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial.

Oksitosin sebelumnya dikenal sebagai "hormon cinta". Hormon alami ini dapat meningkatkan perasaan empati dan kedekatan (bonding)—khususnya di antara para orang dan anak-anaknya.

Riset terbaru menemukan bahwa hormon ini pun dapat memperbaiki kemampuan sosial kalangan kuper dan pemalu—walaupun efeknya tak terlalu besar pada mereka yang secara alami sudah "pede". Temuan ini diharapkan memberikan implikasi besar kepada mereka yang mengalami hambatan sosial, yang kerap muncul pada kondisi-kondisi seperti autisme.

Dalam risetnya, para ahli melakukan uji coba apakah hormon dalam bentuk nasal spray ini dapat meningkatkan rasa saling pengertian di antara individu. Sebanyak 27 pria sehat dilibatkan dalam riset dan mereka diberikan obat semprot hidung berisi hormon dan plasebo.

Mereka diminta melakukan tugas-tugas khusus untuk mengukur kemampuan membaca pikiran dan perasaan orang lain. Responden juga diminta menyaksikan rekannya berdiskusi tentang momen berharga mereka, kemudian melakukan penilaian tentang apa yang dirasakan.

Para peneliti, yang melaporkan risetnya dalam jurnal Psychological Science, juga mengukur kompetensi sosial para responden menggunakan sejenis tes yang disebut AQ, yang biasa diterapkan pada pasien autistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon oksitosin berhasil memperbaiki kemampuan empati para responden—khususnya pada kelompok yang kurang pandai bersosialiasi.

Responden yang terbiasa bergaul melakukan tugasnya dengan mulus, baik saat diberi hormon oksitosin maupun plasebo. Namun, responden yang kurang pandai bergaul secara signifikan hanya terbantu dengan oksitosin, di mana kekuatan empatinya menjadi setara dengan responden yang mudah bersosialisasi.

Trik Memuji Anak

Pujian adalah hal yang penting dalam hidup kita. Namun, seberapa banyak pujian yang cukup untuk diberikan kepada anak? New York Magazine melaporkan bahwa banyak anak berbakat yang mendapatkan skor tertinggi dalam tes menganggap remeh hasilnya karena mereka tak terbiasa menerima pujian.

Para murid berbakat ini sering kali merasa tidak percaya diri untuk menghadapi masalah besar kecuali mereka tahu bahwa mereka mampu memecahkannya.

Serupa, laporan dari Brookings Institutions's Brown Center menunjukkan bahwa negara yang memuji muridnya dalam mata pelajaran Matematika ternyata nilainya di belakang negara-negara yang pengajarnya tidak memuji muridnya. Studi menunjukkan bahwa murid yang tidak memiliki kebiasaan untuk memuji justru nilainya lebih tinggi ketimbang anak-anak yang berada di negara yang menjunjung pujian.

Pertanyaannya, bagaimana cara agar pujian diberikan dengan cukup?

Di suatu titik, anak Anda akan menjadi sangat tidak kooperatif dan frustrasi dengan sekolah dan pekerjaan rumahnya. Di waktu-waktu seperti itu, pujian yang cukup dan pemahaman tujuan akhir yang tepat bisa meminimalkan kekhawatiran anak dan membantunya kembali ke jalur yang benar. Berikut adalah beberapa tips untuk menciptakan pujian yang positif untuk anak:

1. Dasarkan pujian pada keberhasilan yang sebenarnya dan sifatnya spesifik. Mengatakan bahwa si anak adalah orang yang pandai tak akan mengajarnya apa yang telah ia lakukan adalah hal yang benar. Berikan pujian yang sesuai dengan tugas yang terselesaikan. Contoh, Anda bisa berkata, "Kamu melakukan pekerjaan yang bagus dengan menjawab soal yang sulit seperti ini."

2. Pujian untuk upaya keras. Secara alamiah, orangtua akan berharap anaknya bisa mengeluarkan dan melatih upaya terbaiknya. Saat si anak sudah bekerja sangat keras menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan, berikan pujian untuk setiap level yang berhasil ia capai. Jika hasil upaya kerasnya mencapai angka yang biasa, berikan pujian jika Anda tahu bahwa si kecil sudah berupaya melakukan usaha yang sangat keras.

3. Tunjukkan ketertarikan Anda akan studi si kecil. Menerima kritik dan mempertahankan prestasinya adalah hal yang menantang untuk anak. Namun, menunjukkan ketertarikan serta dukungan di setiap waktu akan menawarkan kenyamanan bagi si anak. Tanyakan mengenai pelajaran di sekolahnya, dan minta ia untuk "mengajarkan" pada Anda. Ini adalah cara yang baik untuk mendorong kepercayaan diri anak dalam memahami materi pembelajaran sambil membantu mereka untuk terus berusaha.

4. Jangan membandingkan kemajuan anak lain dengan anak Anda. Pastikan bahwa Anda tidak membandingkan kemajuan si kecil dengan saudara atau temannya. Belajar bukanlah mengenai mengukur kemampuan satu anak dengan anak lainnya, melainkan memerhatikan perkembangan anak secara individual.

5. Ketulusan. Anak-anak adalah makhluk yang intuitif. Mereka bisa melihat arti dan maksud di balik sebuah pujian. Jika Anda memujinya hanya sepintas lalu atau tidak tulus, hal itu tak hanya menghapus pujian yang pernah Anda beri di waktu-waktu sebelumnya dan bahkan mengganggu pujian tulus di masa depan.

Bahwa Anda, orangtuanya, memerhatikan dan mendorong kemajuan dirinya, serta bangga akan dirinya, itu adalah hal yang vital untuk membangun kepercayaan diri, memotivasi, dan membantu kemandirian anak. Anak perlu tahu bahwa Anda ada di pihaknya dengan pujian yang adil untuk mendorong kepercayaan dirinya sekaligus memotivasi mereka untuk mencapai prestasi dan belajar lebih lagi karena mereka percaya pada kemampuan dirinya sendiri.