Minggu, 21 Februari 2010

Jangan Lupa Tes Kesehatan Sebelum Menikah

HARI pernikahan sudah di depan mata. Undangan sudah disebar, gedung sudah di-booking , Anda pun telah menyusun tema pernikahan yang romantis di pinggir pantai. Tetapi, apakah Anda melewatkan sesuatu? Ah ya, ternyata cek kesehatan untuk Anda dan pasangan, atau pre-marital check up



Pre-marital check up adalah yang paling sering dilupakan oleh pasangan yang ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan. Padahal, tes kesehatan untuk pria maupun wanita ini tergolong penting.

''Pada dasarnya check up ini dilakukan untuk mencari tahu apakah ada penyakit keturunan ataukah sifat-sifat hormonal dari kedua pasangan,'' tutur dr Frizar SpOG, dari Klinik Prodia, saat talkshow Pre-Marital Check Up di Wedding Expo 2010, Jakarta Convention Center.

Ada tujuh jenis paket pemeriksaan yang dilakukan saat pre-marital check up, dengan memeriksa darah hingga air seni. Ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan kesehatan ini, antara lain:

1. Mencari tahu apakah mungkin salah satu pasangan memiliki penyakit keturunan seperti diabetes, jantung, asma, dan lain-lain.

2. Mengetahui apakah ada penyakit yang mungkin diturunkan kepada anak, misalnya thalasemia (penyakit kerusakan darah yang mengharuskan transfusi darah seumur hidup). Pasangan yang memiliki penyakit seperti ini dianjurkan untuk tidak memiliki anak. Selain itu juga untuk melihat apakah ada penyakit lain seperti tumor, penyakit menular seksual, atau potensi anak mengalami down syndrome.

3. Penyakit menahun yang diderita, seperti lever. Sebelum menikah penyakit ini harus disembuhkan dulu.

4. Mencari tahu kecocokan rhesus pasangan. Bagaimana kalau salah satu rhesus pasangan berbeda dengan pasangan lainnya? Kemungkinan besar mereka tidak bisa memiliki anak.

5. Penyakit-penyakit yang mempengaruhi kelainan-kelainan bayi nantinya, seperti apakah perempuan mengidap toksoplasma.

6. Penyakit-penyakit yang menyebabkan kemandulan, atau bagaimana kondisi kesuburan salah satu dari pasangan.

7. Mencari tahu apakah pasangan Anda benar-benar laki-laki atau perempuan. ''Sebab ada salah satu sindrom yang bernama feminisasi penis. Secara fisik ia perempuan dan punya suara perempuan, mungkin dia tidak punya penis, tapi ia tidak bisa dibuahi karena hormon-hormonnya tidak bekerja. Ia juga tidak memiliki rahim untuk mengandung,'' jelas Frizar.

Nah, untuk itulah Frizar menyarankan agar pasangan yang hendak melanjutkan ke jenjang pernikahan untuk melakukan tes kesehatan bersama.

17 komentar:

  1. dulu gw waktu merid gak pake tes-tesan tuh sam...alhamdulillah gak ada aral melintang

    BalasHapus
  2. pemeriksaan kesehatan pra nikah emang sangat penting sekali.. untuk mencegah hal2 yg tidak diingikan di kemudian hari.

    BalasHapus
  3. It's really good blog. very helpfull. thanks

    BalasHapus
  4. Walah saya juga tidak test kesehatan sebelum nikah..!

    BalasHapus
  5. This is my first time i visit here. I found so many entertaining stuff in your blog, especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here! Keep up the good work.

    BalasHapus
  6. ulasan yang mantab sekali, dan sangat bermanfaat untuk para pembaca,
    met sukses dengan blognya gan :-)

    BalasHapus
  7. yapz,,,
    betul banget tuh,periksa kesehatan sebelum menikah memang sanagt penting...

    BalasHapus
  8. nice artikel, sangat bermanfaat nich,,,,
    sebelum dan sesudah menikah pun chek up kesehatan sangatlah perlu,,

    BalasHapus
  9. betul sekali, kesehatan kan memang penting, lebih penting dari segalanya,,,,

    BalasHapus
  10. yapz memang sebelum menikah perlu bgt bwt tes kesehtan.
    ulasan yg bermnfaat sekli nih gan...
    mkzh ya,,,

    BalasHapus
  11. wahternyata harus cek dulu yah, memang betul sekali gan harus di tes dulu entar malah nikah sama bencong

    BalasHapus
  12. stuju gan sebelum nikah tuh harus periksa dulu gan, hehe

    BalasHapus
  13. bener juga tu,,,,
    makasih y atas informasinya....
    salam kenal

    BalasHapus
  14. ya untuk mencegah yang tak di inginkan gak ada salahnya untuk berobat.

    BalasHapus