Sabtu, 26 Desember 2009

4 Cara untuk Nyambung dengan Orang Lain



BAGI sebagian orang, khususnya yang pemalu, untuk bisa "nyambung" dengan orang lain bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika baru bertemu dengan orang baru. Rasanya lebih baik mengerjakan setumpuk tugas ketimbang harus memulai basa-basi. Menjelang akhir tahun, akan ada banyak undangan dan pertemuan dengan kerabat atau kolega tapi Anda bingung bagaimana caranya untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang belum terlalu Anda kenal? Coba simak trik berikut:

1. Ciptakan kontak mata. Dalam buku How to Instantly Connect With Anyone, karangan Leil Lowndes mengatakan bahwa kontak mata menggambarkan “kejujuran, hormat, ketertarikan, kecerdasan, keterbukaan, dan kepercayaandiri. Namun, yang membuat kontak mata cukup berkualitas adalah; lamanya. Anda butuh memandang mata seseorang cukup lama untuk bisa benar-benar berkoneksi dengannya, bukan pandangan selintas lalu.

Anda harus menatap mata seseorang cukup lama untuk benar-benar bisa berkoneksi dengannya. Lowndes memberi strategi mudah untuk mempertahankan kontak mata. Caranya, perhatikan bentuk mata si lawan bicara, hitung berapa kali ia mengedip, ingat bentuknya, atau bentuk asimetri matanya.

2. Gunakan sentuhan yang "hampir". Menyentuh lengan seseorang atau pundaknya merupakan teknik merayu standar. Menyentuh seseorang merupakan pertanda adanya kenyamanan dan kesamaan minat. Lowndes menyarankan untuk melakukan hal yang lain jika Anda tidak ingin orang yang Anda ajak bicara merasa dilanggar privasinya. Anda bisa mencoba gerakan "hampir" sentuh. Julurkan tangan Anda seakan akan menyentuhnya, namun berhentilah sebelum menyentuhnya. Untuk pria, gerakan ini akan membuatnya berandai mengira-ngira apa arti gerakan itu, sementara untuk wanita, ia akan menganggap gerakan ini sebagai bentuk afeksi tapi tak bisa menuduh Anda untuk melanggar batasan pribadinya.

3. Antusias dan bersemangat hingga satu titik. Bagaimana Anda menyamakan ketertarikan dengan seseorang tanpa terlihat berlebihan? Biarkan orang lain bicara terlebih dulu, lalu samakan tingkat antusiasmenya. Dengan begini Anda tak terlihat tak tertarik atau putus asa. Ini akan berhasil untuk orang yang pertama kali Anda temui.

4. Ciptakan impresi akhir yang baik. Cara Anda mengucapkan selamat tinggal bisa jadi akan lebih penting daripada cara Anda mengucapkan halo. Studi menunjukkan bahwa ketika diminta mengingat suatu insiden, mereka lebih sering untuk mengingat apa yang mereka rasa di akhirannya ketimbang di pertengahannya. Untuk menciptakan kesan yang baik, Lowndes menyarankan untuk tidak hanya menyampaikan salam perpisahan, tapi ucapkan satu kalimat perpisahan penuh dengan nama si orang tersebut diselipkan di dalamnya. Misal, "Senang bisa kenalan dengan Anda, Linda. Atau, Ami, terima kasih untuk ngobrol-ngobrolnya, sampai ketemu lagi, ya. Cobalah untuk bersikap hangat dan bicara dengan energi yang kurang lebih setara dengan ketika Anda mengucapkan" "halo" di pertama kali.

9 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Kehamilan Sehat



KEHAMILAN merupakan saat-saat indah Anda untuk menikmati perkembangan si anugerah ilahi di dalam Anda. Untuk menyambutnya ke dunia dengan kondisi sehat adalah impian semua calon orangtua. Karenanya, penting untuk menjaga kehamilan Anda bahkan sebelum si bayi berada di rahim Anda. Berikut adalah 9 hal yang sebaiknya Anda perhatikan saat mengandung si kecil agar ia tetap sehat dan berkembang sesuai harapan.

1. Pemilihian makanan yang sehat dan aman
Sebisa mungkin perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam asupan Anda selama kehamilan. Jauhilah bahan-bahan yang kira-kira terpapar pestisida dan perbanyak makanan alami. Buah, sayuran, dan serat, yang alami dan tidak tercemar pestisida atau pengawet akan baik untuk tubuh Anda dan si janin.

2. Perbanyak asupan asam folat, sebelum dan saat mengandung
Asam folat bisa berasal dari kacang-kacangan yang sudah dikeringkan, buah dari kelompok sitrus, bayam, dan brokoli. Asupan asam folat yang cukup di awal perkembangan si bayi akan membantu mencegah kelainan saraf. Namun, dosis yang diasup pun butuh perhitungan. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk hal ini, untuk mengetahui seberapa banyak yang sebenarnya Anda butuhkan.

3. Jauhi alkohol, kafein,dan asap rokok
Tak hanya wanita perokok kepada janinnya, tapi wanita yang terpaksa menghirup asap rokok dari orang lain akan membahayakan si janin. Begitupun alkohol dan kafein, yang bisa menurunkan kualitas kesehatan si janin. Maka, sangat dianjurkan untuk si ibu benar-benar menjalani hidup yang sehat.

4. Kurangi lemak hewani, termasuk ikan untuk mengurangi asupan dioksin, PCB, dan merkuri
Kurangi konsumsi lemak hewani dan kulit dari hewan, termasuk ikan, khususnya tuna dan salmon. Dikhawatirkan, konsumsi yang terlalu banyak akan mempengaruhi kesehatan si janin. Jika memang akan mengkonsumsinya, pastikan sudah direbus sempurna agar lemaknya terkikis.

5. Air sehat
Air minum, khususnya air putih sebaiknya sudah dipastikan jauh dari timah, penjernih air (klorin), dan pestisida. Kita belum bisa memastikan sendiri bahwa air yang berasal dari ledeng untuk dimasak sendiri benar-benar jauh dari kandungan yang membahayakan. Karenanya, Anda harus jeli mencari air minum yang benar-benar bersih dan sehat. Bawalah air minum dalam botol stainless steel untuk memastikan air minum selalu bersih dan tidak terkontaminasi plastik.

6. Cat dinding
Timah juga bisa berasal dari cat dinding yang sudah lama. Ada baiknya Anda membersihkan dan mengganti cat dinding yang sudah sangat lama. Sementara dibersihkan, wanita yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil sebaiknya tidak berada dekat lokasi tersebut hingga benar-benar sudah dalam keadaan bersih dan aman.

7. Bahayanya plastik
Beberapa plastik, bisa menimbulkan polusi saat sedang dibuat dan mengandung zat kimia yang berbahaya, khususnya untuk anak-anak. Saat Anda menggunakan botol kemasan plastik, periksalah bagian bawahnya, dan lihat tanda angka di dalam segitiga. Hindari yang tertulis angka 3, 6, dan 7. Angka-angka tersebut merupakan kode resin. Hindari pula penggunaan plastik yang terpapar panas, entah itu makanan panas yang dibungkus plastik, maupun tergoda untuk memanaskan makanan dalam plastik. Bahan kandungan berbahaya dalam plastik bisa merusak makanan Anda dan membahayakan tubuh Anda. Hindari pula konsumsi makanan atau minuman yang pengemasnya sudah terlihat rusak atau sobek.

8. Kurangi penggunaan produk kimiawi pada tubuh
Meski terlihat aman, namun beberapa produk untuk tubuh bisa mengganggu hormon tubuh Anda yang diperlukan untuk menjaga agar si bayi tetap berkembang dan sehat di dalam rahim. Produk-produk kimiawi apa pun, entah itu untuk kebersihan dan lainnya yang digunakan pada tubuh bisa saja merusak keseimbangan tubuh Anda. Sebaiknya selalu konsultasikan apa saja yang boleh dan tidak untuk digunakan agar Anda bisa selalu tetap yakin dan waspada.

9. Alat pembersih alami
Seperti kita ketahui, cairan-cairan pembersih lantai atau furnitur bisa berbau sangat tajam, dalam keadaan tidak hamil saja bisa membahayakan, apalagi jika tercampur zat lain yang bisa menimbulkan gas berbahaya. Jika Anda memang harus membersihkan rumah, dan tidak bisa meminta orang lain untuk melakukannya, coba gunakan baking soda dan cuka.

Selasa, 22 Desember 2009

Waktu yang Ideal untuk Hamil Lagi

KEBAHAGIAAN yang meluap saat menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya 11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya.

Penelitian menunjukkan, interval kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan.

"Jarak yang ideal antar kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical Center. Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception, ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi pasca kelahiran anak pertama.

Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis, ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah meningkat 15 persen.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal kehidupan anak.

Tips Merayakan Natal Yang Ramah Lingkungan

NUANSA Natal memang banyak memakai warna hijau, terutama pohon natalnya, namun cara merayakan Natal belum tentu benar-benar 'hijau' alias ramah lingkungan. Betapa banyaknya kertas kado dan pembungkus yang cuma sekali pakai, bahan bakar yang terbuang untuk jalan-jalan atau untuk mengantarkan hadiah, dan energi yang terpakai untuk menyalakan semua lampu Natal. Ini semua artinya masa liburan cukup merusak lingkungan.

Faktanya, penduduk di AS setiap tahun menghasilkan 1 juta ton sampah tambahan di masa Natal, menurut Badan Perlindungan Lingkungan Hidup AS (EPA). Menurut laporan, di AS limbah rumah tangga antara hari raya Thanksgiving (Kamis ke-empat di November) dan Tahun Baru meningkat 25 persen dari rata-rata sehari-harinya.

Nah, bagaimana agra hal tersebut tidak terjadi di lingkungan Anda? Berikut beberapa tips untuk merayakan Natal yang ramah lingkungan.

1. Daur ulang kertas kado, atau bahkan jangan repot-repot membungkus kado. Cobalah membuat kertas kado sendiri dari potongan koran, kantong, bekas prakarya, perca, kain bekas, dan lainnya. Kalau memang perlu membeli kertas kado, jangan pilih yang berlapis metalik mengkilat karena jenis ini lebih sulit didaur ulang.

2. Rayakan Natal di rumah. Dampak terburuk pada lingkungan disebabkan oleh karbondioksida yang diakibatkan transportasi selama liburan. Cobalah membatasi penerbangan (ini penyebab yang paling parah) dan perjalanan mobil yang jauh. Kalau memang harus memakai mobil, cobalah untuk berombongan, dan hindari jam macet sehingga mobil anda tak terjebak lalu menghabiskan lebih banyak bahan bakar.

3. Kurangi lampu Natal. Kalau perlu tidak usah memakai lampu hiasan di sekeliling rumah atau halaman. Apakah penting membuat rumah anda terlihat mencolok seperti mercu suar? Kalau memang ingin memakai lampu hiasan, cobalah memakai jenis lampu LED, karena jenis ini menghemat 90 persen energi dibandingkan lampu biasa.

4. Belanja dalam paket besar. Untuk produk seperti minuman bersoda dan jajanan, daripada membeli sedikit-sedikit atau dalam paket-paket kecil yang lebih banyak menghabiskan pembungkus, lebih baik membeli dalam paket-paket besar.

5. Hindari alat-alat makan sekali pakai. Memang piring, gelas, dan sendok garpu sekali pakai lebih mudah untuk acara kumpul-kumpul, tapi jauh lebih ramah lingkungan bila anda memakai jenis yang bisa dipakai ulang (piring beling, sendok garpu logam, dan lainnya)

6. Kurangi menu daging. Daging ayam, dan terutama sapi lebih merusak lingkungan daripada sayur-mayur. Terutama sapi, karena ternak ini menghasilkan gas metana yang lebih ganas daripada karbondioksida. Jadi daripada menyajikan berbagai menu daging, lebih baik memperbanyak salad atau produk tahu.

7. Pertimbangkan memakai tanaman hias lainnya sebagai pohon Natal. Memang ini sulit karena pohon Natal sudah menjadi lambang Natal turun temurun, tapi pohon Natal plastik, yang umum digunakan di Asia, termasuk produk yang sulit didaur ulang, dan pembuatannya pun pasti memakai bahan bakar.

Kalau Anda kebetulan berdomisili di negara barat seperti di AS, malah disarankan untuk memakai pohon asli. Alasannya adalah di negara-negara tersebut pohon-pohon cemara untuk Natal memang dibudidayakan secara khusus, jadi anda tidak merusak hutan dengan membeli pohon yang memang untuk dikonsumsi pada masa Natal. Dan pohon itu masih bisa ditanam atau dikomposkan setelah pemakaian. Di Asia, terutama di Indonesia, mungkin industri ini belum dikenal luas maka itu kami menyarankan memakai dekorasi alternatif lainnya, contohnya di perkantoran mungkin bisa mendekorasi tanaman hias besar yang memang sudah ada.


Nah, ternyata merayakan Natal tidak harus menyampah kan? Selamat merayakan.

Senin, 14 Desember 2009

Kenapa Pria Tidak Terbangun Saat Bayi Menangis?

SALAH satu tantangan terberat saat baru melahirkan si kecil adalah: pola tidur Anda akan berubah drastis. Anda akan sering terbangun tengah malam karena harus menyusui si kecil.

Pada saat tubuh begitu kelelahan seperti ini, Anda mungkin bertambah stres, karena suami ternyata tak mau bangun untuk bergantian menenangkan si kecil yang menangis. Setelah berulangkali dibangunkan, suami tak juga beranjak dari tempat tidur, sehingga Anda mengiranya berpura-pura tidur agar tak perlu repot mengurus bayi.

Namun penelitian baru menunjukkan, bila tangisan bayi umumnya akan mengganggu wanita, tidak begitu dengan pria. Menurut penelitian dari MindLab, tangisan bayi tidak termasuk dalam 10 hal yang mengganggu pria saat tidur. Pria, atau para ayah, akan lebih mudah terbangun karena alarm mobil, suara angin, bahkan suara lalat, daripada suara bayi mereka menangis.

MindLab mengukur aktivitas otak dari relawan yang tidur, untuk memonitor bagaimana otak dipengaruhi suara yang berbeda-beda. Lembaga riset ini mendapati bahwa wanita lebih mudah terganggu oleh kegaduhan daripada pria, dan lebih sulit untuk kembali tidur. Apakah mereka seorang ibu atau wanita lajang, wanita ternyata paling terganggu oleh suara tangis bayi.

"Sensitivitas yang berbeda ini dapat mewakili perbedaan evolusioner yang membuat wanita sensitif terhadap suara yang diasosiasikan dengan ancaman pada anak-anak mereka, sementara pria lebih mudah terjaga oleh gangguan yang menyebabkan kemungkinan ancaman terhadap seluruh keluarga," ujar Dr David Lewis, psikolog yang merupakan salah satu peneliti di lembaga tersebut.

Hm... menjengkelkan, ya. Jangan-jangan suara tangisan bayi malah membuat pria merasa dininabobokan?

Sabtu, 05 Desember 2009

Takut Anak Jadi Homoseks

Seorang ibu mengeluhkan penampilan dan perilaku sehari-hari anak laki-lakinya yang berumur 20 tahun.
Gaya bicara dan sikapnya lembut seperti perempuan.
Kulitnya juga halus, tidak ada kumis sedikit pun.
Dapatkan ciri-ciri seperti itu menjadi pertanda seseorang tergolong homoseksual?

Anak saya laki-laki umur 20 tahun, gaya bicara dan sikapnya kaya perempuan.
Kulitnya halus, tidak ada kumis sedikit pun.
Lebih mencemaskan lagi, sepertinya dia tidak tertarik pada lawan jenis.
Dia tidak pernah pacaran, beda dengan remaja sekarang yang biasanya punya pacar.

Setahu lalu dia punya teman dekat, seorang gadis teman kuliahnya. Saya lihat mereka dekat tidak lama, hanya sekitar 3 bulan. Waktu itu saya sempat tanya, mana teman gadismu? Dia hanya bilang, sudah tidak berteman lagi sama gadis itu.

Saya takut anak saya jadi bencong atau homo. Bagaimana saya bisa tahu, apakah dia normal atau tidak? Apakah dengan melihat penampilan dan gayanya yang lembut itu dapat dianggap tidak normal? Apa yang harus saya lakukan agar anak saya tidak sampai jadi bencong atau homo?


Pastikan melalui konsultasi
Sulit menentukan bagaimana kehidupan seksual anak Anda, khususnya yang berkaitan dengan orientasi seksualnya, tanpa melakukan konsultasi lebih jauh. Untuk menentukan kehidupan seksual seseorang, termasuk orisentasi seksual dan deviasi seksual, diperlukan konsultasi yang dalam dan pemeriksaan.

Penampilan fisik, sikap, dan perilaku seksual ikut menunjang untuk menentukan bagaimana kehidupan seksual seseorang. Dari penampilan fisik, misalnya, dapat diketahui bagaimana fungsi hormon seks dan kemungkinan fungsi seksualnya. Dari sikap dan perilaku seksual dapat diketahui orientasi seksualnya dan apakah mengalami deviasi seksual atau tidak.

Sebagai contoh, seorang pria muda yang mengalami kegemukan di perut dan payudara besar, mungkin mempunyai hormon testoteron yang rendah. Testoteron yang rendah dapat mengganggu fungsi seksualnya.

Kalau anak Anda berkulit halus, tanpa kumis, bukan tidak mungkin fungsi hormon testoteronnya tidak optimal. Namun, soal apakah keadaan ini menggangu fungsi seksualnya, tergantung seberapa jauh keadaan tidak optimal itu. Keadaan ini dapat diketahui melalui konsultasi yang lebih jauh dan pemeriksaan.

gaya bicara dan sikapnya yang lembut, saya pikir tidak otomatis menunjukkan bahwa dia cenderung ke arah wanita. Gaya bicara dan sikap dipengaruhi kuat oleh pergaulan dan lingkungan sosial. Di lain pihak, kemungkinan ada sesuatu gangguan yang menyebabkan gaya bicara dan sikapnya lembut seperti wanita, juga tidak boleh dikesampingkan.

Perlu diketahui dengan jelas bagaimana dia merasakan dirinya sendiri, apakah sebagai pria atau wanita, bagaimana orientasi seksualnya, apakah dia tertarik pada sesama jenis atau lwan jenis. Apakah secara psikis dia terangsang terhadap wanita atau pria, misalnya ketika sedang menyaksikan gambar erotis? Apakah dia pernah berhubungan seksual? Kalau ya, apakah dengan wanita atau pria?

Pertanyaan seperti ini perlu ditemukan jawabannya karena diperlukan dalam menentukan apakah kehidupan seksualnya normal atau tidak.

Wajar khawatir
Kekhawatiran Anda terhadap anak saya pikri wajar terjadi. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya mengalami masalah dalam kehidupan seksualnya. Istilah bencong sebenarnya menunjuk kepada seseorang yang merasa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan organ kelamin yang dimilikinya, misalnya merasa sebagai wanita padahal memiliki kelamin pria, atau sebaliknya.

Istilah homoseksual semata-mata menunjukkan ketertarikan seksual pada sesama jenis, tidak tertarik pada lawan jenis. Namun, orang homoseksual mengetahui dengan pasti jenis kelamin dan organ kelamin dirinya.

Saya sarankan anak Anda berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pemeriksaan, agar dapat diketahui bagaimana sebenarnya kehidupan seksualnya.