Jumat, 27 November 2009

10 Jurus agar Perkawinan Tetap Solid

Anda yang punya mobil pasti tahu bahwa mesin membutuhkan perawatan serius supaya tetap berfungsi baik dan awet.

Apalagi isteri atau pasangan hidup yang punya emosi, jiwa, dan badan; mestinya membutuhkan ‘perawatan’ lebih serius dan intensif dibanding mobil.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat diusahakan agar perkawinan tetap solid:

1. Ciptakan kesempatan. Jika tidak menjadwalkannya, mungkin Anda tak akan pernah memiliki waktu berduaan. Sediakan waktu setiap hari barang 20 menit.

2. Berikan kejutan. Supaya kehidupan perkawinan tidak monoton, Anda perlu kreatif. Cobalah membuat kejutan-kejutan menyenangkan dan romantis.

3. Bermain bersama. Pasangan yang memiliki minat dan hobi sama, mendapatkan keuntungan berjangka panjang bagi perkawinannya. Mengapa tidak melakukan bersama-sama?

4. Nyalakan suasana. Ngobrol dan tertawa bersama-sama pasangan itu penting, karena membuat Anda merasa nyaman dan dekat satu sama lain. Lakukan sesering mungkin.

5. Dengarkan dia. Jika pasangan Anda marah karena dia merasa tidak dihiraukan saat bicara, boleh jadi itu benar. Maka hentikan kesibukan Anda dan dengarkan sampai Anda paham apa yang ingin dia ungkapkan.

6. Fokuskan perasaan. Pertengkaran biasanya dimulai dengan serangan macam, “Kamu ngawur! atau,"Kamu selalu telat!" Mengapa tidak bilang, "Saya gelisah karena tidak tahu kamu di mana. Kalau kamu memberi tahu posisimu, itu sangat membantu dan saya jadi tahu ke mana menghubungimu."

7. Ubah diri sendiri lebih dulu. Anda harus bisa mengontrol sikap dan perilaku Anda sendiri daripada mengawasi kesalahan yang dilakukan pasangan. Biasanya kalau satu berubah maka yang lain akan mengikuti.

8. Mulai dari yang kecil. Kalau Anda setiap hari bisa mengurangi satu perbuatan yang memperburuk hubungan, berarti Anda melakukan hal yang besar.

9. Hentikan saling menyerang. Satu kali berlidah tajam, bisa menghapus 20 kali kebaikan yang pernah Anda lakukan. Maka hentikan saling menyerang.

10. Hentikan saling menyalahkan. Ingat bahwa dengan menudingkan satu jari ke arah pasangan Anda, sebetulnya Anda minimal tengah menudingkan tiga jari ke arah diri sendiri. Bagaimana pun Anda sama-sama memiliki andil dan tanggungjawab.

Selingkuh Itu Alamiah?

HASIL suatu pengkajian yang pernah dilaporkan di jurnal Science, edisi September 1998, menyebutkan bahwa selingkuh (infidelity) itu alami (natural).

Hasil itu memperlihatkan bahwa sembilan di antara sepuluh mamal (binatang menyusui) dan burung yang berpasangan untuk hidup ternyata tidak jujur terhadap pasangan mereka.

Para ahli mendapati, binatang yang berkeliaran untuk saling kawin hanyalah mengikuti kebutuhan biologis mereka. Penelitian yang antara lain menggunakan teknik uji coba genetik (genetic testing) itu memperlihatkan bahwa bahkan pasangan binatang yang dikenal saling setia dengan pasangannya, juga berupaya mendapatkan pasangan seksual dengan yang lain.

Menurut Dr. Stephen T. Emlen, seorang ahli perilaku evolusioner dari Cornell University, Amerika Serikat, betina berkeliaran untuk mendapatkan gen sebaik mungkin bagi keturunannya, sedangkan jantan terdorong hasrat untuk menjantani sesering dan sebanyak mungkin. "Monogami yang sebenarnya sungguh jarang," katanya.

Dr. Emlen berpendapat, ada dua macam monogami, sosial dan genetik. Pada jenis yang pertama pasangan mengikat diri dan bekerja bersama untuk membesarkan anak, sedangkan pada monogami genetik para induk adalah pasangan seks yang saling setia. Bila monogami sosial relatif sudah umum, monogami genetik adalah suatu kekecualian dan bukanlah peraturan.

Dikatakan, hanya ada dua jenis monyet, marmoset dan tamarin, yang benar-benar penganut monogami. Semua jenis primata yang lain sering kawin dengan yang bukan pasangannya. "Salah satu polanya adalah betina mencari status dan kualitas tinggi," tutur Dr. Emlen.

"Dengan cara itu betina mampu melahirkan keturunan dengan kualitas lebih tinggi yang memiliki kemampuan untuk hidup dan bertahan." Si jantan secara biologis digerakkan untuk keluyuran dengan hasrat untuk menyebarkan gen ke dalam kawanan mereka sebanyak mungkin.

Contoh lain diperoleh dari burung. Kesetiaan dalam berpasangan seks sudah lama diyakini terdapat dalam kawanan burung. Bluebird, sejenis burung yang pandai menyanyi, merupakan salah satu contoh terbaik. Pasangan jantan dan betina bekerja bersama untuk membuat sarang, mengerami telur, kemudian memberi makan dan membesarkan keturunan mereka yang masih muda.

Meski begitu periset mendapati perselingkuhan yang juga tinggi dalam kehidupan seks burung bluebird. Patricia Adair Gowarty, seorang ahli perilaku lingkungan hidup dari University of Georgia mendapati 15 persen hingga 20 persen bayi burung yang diasuh oleh pasangan bluebird, bukanlah keturunan biologis si jantan. Menurut Gowarty, hanya 10 persen dari 180 spesies itu yang secara sosial bermonogami, benar-benar setia secara seksual.

Tentu saja manusia jauh berbeda dengan binatang. Alasan manusia untuk mendapatkan seks di luar pasangan juga jauh lebih rumit dan kompleks. Satu hal yang secara umum diyakini periset, monogami tercipta di antara spesies yang keturunannya sanggup bertahan dengan baik karena dibesarkan oleh pasangan yang utuh. Secara evolusi, mungkin ini yang mendorong manusia untuk bermonogami karena anak-anaknya perlu waktu lama untuk menjadi dewasa.

Perjanjian Pranikah yang Perlu Dilakukan Pasangan

Hm... siapa bilang perjanjian pranikah harus selalu menyangkut harta gono-gini? Untuk kita, ada 4 jenis perjanjian yang bisa dibuat ketika Anda berencana menikah dengan pasangan. Perjanjian ini sebaiknya memang disepakati sebelum Anda menikah, karena bila Anda menunggu setelah menikah dan terjadi konflik antara Anda dan pasangan, bisa jadi akan lebih sulit untuk mencari jalan keluarnya. Lebih baik melakukan pencegahan sebelum terjadi musibah, bukan? Nah, ini dia yang perlu Anda diskusikan dengan pasangan. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan bila Anda dan pasangan memiliki perjanjian lain di luar yang disebutkan di bawah ini.

Siapa yang mengelola keuangan?
Jika Anda memasuki suatu hubungan perkawinan dengan pengelolaan uang yang kacau, tak lama lagi Anda akan menghadapi argumentasi yang terus-menerus dengan pasangan. Topiknya, "Kamu beli apa lagi?" atau "Kamu investasi berapa di situ?". Selanjutnya, Anda akan terus bertengkar mengenai siapa yang bersalah sehingga Anda tidak dapat membayar tagihan-tagihan atau menabung.

Taffy Wagner, pakar finansial dan CEO of MoneyTalkMatters.com, menyarankan agar pasangan berbicara jujur mengenai kondisi keuangan sejak awal. "Tanyakan satu sama lain: bagaimana Anda mengelola keuangan ketika Anda masih lajang? Apa kesalahan-kesalahan yang pernah Anda buat, dan apa langkah-langkah Anda yang tepat?" Kemudian, tentukan siapa yang akan menjadi "bendahara" utamanya. Sebagai bendahara rumah tangga, Anda tak bisa mengambil langkah diam-diam. Selalu libatkan pasangan dalam langkah-langkah yang akan Anda ambil.

Agama apa yang akan dianut?
Pertanyaan ini penting untuk pasangan yang berbeda keyakinan. Sungguh tidak mudah membahas masalah ini, karena menyangkut iman seseorang kepada Yang di Atas, bukan? Perbedaan itu mungkin tidak begitu penting di antara Anda dan pasangan, namun belum tentu tidak penting untuk keluarga besar masing-masing. Kemudian, bagaimana kelak bila memiliki anak? Apakah Anda akan mendidik anak sesuai keyakinan Anda, atau keyakinan suami?

Yang perlu Anda ingat, tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk memaksakan orang lain mengikuti agama kita. Bila salah satu memutuskan untuk mengubah keyakinannya, pastikan bahwa hal itu merupakan keinginan dan keputusannya sendiri. Bila si dia, misalnya, adalah pria yang menganut ajarannya dengan taat dan hal ini tercermin dalam perilakunya sehari-hari, untuk apa memintanya mengikuti keyakinan kita?

Kapan kita akan memiliki anak?
Di Indonesia sudah mulai ada pasangan yang sepakat untuk tidak memiliki anak. Boleh saja jika keputusan ini disepakati kedua belah pihak. Namun bila Anda dan pasangan berencana mempunyai anak pun, tetap harus didiskusikan kapan rencana ini akan dilaksanakan. Anda mungkin tak akan tahu bahwa pasangan ternyata belum siap. Menurut Susan Piver, penulis The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Before You Say "I Do", ternyata banyak pasangan yang tak mendiskusikan hal ini. "Mereka baru mengetahui belakangan, entah salah satu tidak ingin memiliki anak, atau tidak mempunyai rencana waktu yang sama."

Topik mengenai anak bukanlah sesuatu yang mudah disampaikan. Karena itu Piver menyarankan agar pasangan membicarakannya ketika sedang santai dan siap berdialog. Bila menyangkut kapan akan hamil, mintalah alasan pasangan mengapa masih ingin menunda kehamilan, atau mengapa ingin segera melaksanakannya. Pastikan bahwa tujuan dialog ini untuk menyampaikan pandangan Anda, bukan memenangkan argumentasi.

Kehidupan seks seperti apa yang Anda inginkan?
Seks adalah hal yang penting dalam perkawinan, meskipun bukan yang terpenting. Suami mungkin tak akan protes bila Anda selalu mengeluh kelelahan atau tidak mood, namun, Anda tak akan tahu bagaimana reaksinya dengan penolakan tersebut. Sejak awal perkawinan, Anda harus membicarakan hal ini dengan suami. Bila salah satu dari Anda mempunyai harapan yang berbeda dalam masalah seks, apa yang harus dilakukan.

Untuk mengangkat masalah ini, Anda bisa mulai dari hal yang paling sederhana. Pentingkah untuk selalu bersikap mesra dengan pasangan? Setelah itu, berikan usul seperti, "Kita harus gandengan tangan terus meskipun anak-anak kita sudah besar-besar." Atau, cium suami setiap kali ia akan berangkat ke kantor. Jangan lupa, cinta itu harus selalu dirawat agar tetap tumbuh segar.

Anda sendiri, adakah perjanjian khusus yang dilakukan dengan suami saat menikah?

Jumat, 20 November 2009

Akhir Dari Sebuah Kisah

Saatnya aku berkata jujur padamu
Maafkanlah diriku yang terlalu rentan akan cinta
Bukan aku sengaja atau pun ingin membuat dirimu larut dalam deritaku
Tapi itulah keberadaan aku yang sebenarnya
Aku tak dapat membohongi kata hatiku..
Bahwa aku sangat mencintaimu.

Namun jika aku terbuai dalam rasa egoisku..
Aku tak pernah menyadari
Bahwa justru rasa sayangku padamu akan menorehkan Sebuah luka
Yang akan merubah menjadi suatu kebencian dan sumpah serapah darimu
Mengapa aku terlalu memaksakan kehendak yang telah di gariskan
Dan tak pernah memahami siapa diriku yang sebenarnya.
Mengapa aku tak pernah mengenali yang telah di taqdirkan
Dan memberi waktu berlalu dalam hidupku.

Semua...
Terlalu Indah Untuk Dikenangkan..
Terlalu Pedih Untuk Segera Di Lupakan..
Semoga akhir dari sebuah kisah ini dapat membuatmu lebih dewasa
Untuk belajar dari setiap sisil kehidupan.
Selamat Tinggal Kenangan Indah.......

Rabu, 18 November 2009

Kemana Kau Pergi ( Riyanti )

Engkau Yang Begitu Baik Dimataku
Engkau Yang Begitu Tulus menyayangi Aku
Tak Pernah Engkau Menyakiti Aku
Tak Pernah Engkau melukai Aku
Sungguh... Engkau Begitu Sempurna Dimataku

Tiga Puluh Delapan Hari Aku Bersamamu
Selama Itu Pula Aku Merasakan Betapa Tulusnya Kasihmu Padaku
Sehingga Tak Pernah Terlintas Olehku Untuk Berpaling Darimu
Hidup,Cinta Dan Sayangku Hanya Untukmu Sebagai Tambatan Hatiku Yang Terakhir

Betapa Berharganya Dirimu Dimataku
Betapa Hangatnya Pelukanmu
Yang Sampai Saat Ini Aku Masih Merasakannya

Masihku Ingat Malam Itu
Engkau Menangis Dipelukku
Kucoba Untuk Menghapus Air Matamu
Meski Pun Sesungguhnya Hatiku Pun Turut Menangis

Masih Terasa Halus Tanganmu
Saat Kau Usap Pipi Ini
Kini Setelah Kau Pergi
Baru Aku Menyadari Bahwa Malam Itu Adalah Malam Terakhir Untuk Kita
Yang Selama Ini Tak Pernah Aku Mengharapkannya

Kini Engkau Entah Dimana
Tiada Kabar..Tiada Telfon Atau Sms Darimu
Hanya Sedih Dan Pilu Yang Kini Aku Rasakan
Mengenang Dirimu Yang Telah Tiada Disisiku Lagi

Ingin Aku Pergi Mencarimu
Tapi Aku Tak Tau Kemana Harus Mencarimu
Hanya Doa Tulus Dariku
Semoga Engakau Masih Mengingat Aku Disini
Yang Masih Peduli Dengan Dirimu

Meski Pun Sakit
Tapi Dihati Ini Tiada Dendam Apa Lagi Untuk Membencimu
Aku Rela Kau Buat Aku Begini
Dan Aku Relakan Kau Pergi
Jika Semua Ini Akan Membuatmu Bahagia Bila Tidak Bersamaku Lagi
Semua Ini aku Lakukan Agar Engkau Tau..
Bahwa Aku Sayang Padamu

Tuhan... Lindungilah Dia
Bahagialanlah Dia
Dimana Pun Ia Berada

Rabu, 11 November 2009

Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.

Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa, katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.

Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.

Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, Saya ingin menguji Saudara…., atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.

Kenyataan dan Asumsi
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.

(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.

(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.

(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.

a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.

2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.

Nonton TV Membuat Anak Lebih Agresif

BEBERAPA peneliti AS telah menemukan bahwa menonton TV mempengaruhi prilaku anak kecil yang baru belajar jalan: makin sering mereka menonton televisi, makin agresif perilaku mereka.

Untuk studi tersebut, para peneliti di State University of New York mengumpulkan data dari rumah dan melalui telefon mengenai 3.128 anak yang dilahirkan antara 1998 dan 2000.

Anak-anak itu berasal dari 20 kota besar di AS, dan ibu mereka menyelesaikan jajak pendapat ketika anak anak tersebut dilahirkan, lalu mengisi lagi saat anak mereka berusia satu tahun dan tiga tahun.

Studi itu mendapati bahwa nonton TV secara langsung oleh anak kecil atau pajanan (exposure) untuk secara tak langsung menonton televisi di dalam rumah, keduanya berkaitan dengan sikap agresif pada anak yang masih sangat muda.

Untuk setiap jam seorang anak menonton TV secara langsung, sifat agresif naik 0,16 pada skala nol sampai 30. Buat setiap TV yang dinyalakan di dalam rumah, kenaikannya adalah 0.09, kata pemimpin studi tersebut Jennifer A. Manganello, asisten profesor komunikasi kesehatan di University of Albany School of Public Health, State University, New York, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Para peneliti itu akhirnya menyimpulkan setelah memantau data mengenai berbagai faktor lain, seperti depresi yang dialami ibunya, tinggal di permukiman yang tidak aman dan dipukuli.

TV lebih mungkin, dibandingkan dengan faktor lain, untuk meningkatkan prilaku agresif, kata Mangenello.

Pesan yang diperoleh dari studi ini ialah orang-tua bukan hanya memikirkan mengenai berapa lama anak boleh nonton TV, tapi juga memikirkan lingkungan media tersebut secara keseluruhan di dalam rumah, kata Manganello.

Penelitian itu disiarkan di dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, terbitan November.

Pajanan terhadap kekerasan di media, termasuk televisi, film, musik dan permainan video, merupakan resiko penting bagi kesehatan anak dan remaja, kata American Academy of Pediatrics (AAP).

Bukti penelitian luas menunjukkan bahwa kekerasan di media dapat memberi sumbangan bagi prilaku agresif, berkurangnya kepekaan terhadap kekerasan, mimpi buruk dan takut dicelakai, tulis Dewan Komunikasi dan Media AAP.

Minggu, 01 November 2009

5 Hal yang Bikin Gigi Menjadi Kuning

PEMUTIHAN gigi saat ini menjadi salah satu prosedur paling umum dalam kosmetik gigi. Maklum, siapa sih yang mau punya gigi yang berwarna kekuningan, meskipun hal ini terjadi bukan karena kelalaian Anda? Namun, bila Anda bisa mencegah agar gigi tidak ternoda oleh bahan makanan dan minuman, untuk apa repot-repot mengikuti prosedur ini? Anda bahkan bisa melakukan pemutihan gigi sendiri di rumah. Simak caranya di bawah ini.

5 hal yang menodai gigi:
1. Kopi, teh, minuman soda berwarna gelap. Jenis minuman yang bisa menimbulkan noda pada pakaian, ternyata juga bisa menodai gigi. Sport drinks dan jus buah adalah penyebab lainnya. Bukan berarti Anda lalu tidak boleh mengonsumsi minuman tersebut (karena kopi, teh, atau jus buah tentu memberi manfaat kesehatan), hanya saja, perhatikan saat menyesap minuman tersebut. Jangan sampai terjadi kontak antara cairan minuman dengan gigi. Akan lebih baik jika Anda meminumnya dengan sedotan. Kemudian, pastikan Anda menggosok gigi usai mengonsumsi makanan dan minuman tersebut.

2. Rokok. Rokok tidak memberikan manfaat apa pun. Memberi risiko kesehatan, membuang uang, juga membuat enamel gigi menjadi kuning. Nikotin pada rokok akan meninggalkan noda kecoklatan yang sifatnya permanen.

3. Buah beri. Buah-buahan seperti blackberry, blueberry, dan cranberry, tak perlu disangsikan manfaat kesehatannya. Namun buah-buahan ini juga akan meninggalkan noda warna gelap pada gigi Anda. Sebaiknya Anda berkumur dengan banyak air, selama dan sesudah mengonsumsi buah-buahan ini. Selain itu, gosok gigi setelahnya untuk mencegah noda tertinggal. Buah lain yang juga akan membuat enamel gigi menjadi rusak adalah buah bit (umbi manis).

4. Ngemil sebelum tidur. Pulang kerja, nonton TV di kamar sambil ngemil, seperti di surga rasanya. Namun jika Anda kemudian mengantuk dan langsung jatuh tertidur sampai pagi, ini yang bahaya. Anda tak hanya berpotensi menambah berat badan, tetapi juga menyebabkan warna gigi menjadi gelap. Hal ini disebabkan produksi air liur melambat ketika kita tidur, sehingga makanan yang dikonsumsi tidak dibersihkan secara alami. Hasilnya, noda pada gigi dan meningkatnya risiko gigi berlubang.

5. Atasan putih dan perhiasan emas. Kedua hal ini memang tidak memberikan pengaruh secara langsung. Namun coba perhatikan, ketika Anda mengenakan atasan berwarna putih, atau aksesori dari emas, gigi Anda cenderung akan terlihat lebih gelap. Ganti atasan putih Anda dengan atasan berwarna krem atau gading (sehingga warnanya lebih gelap daripada warna gigi). Untuk aksesori, kenakan warna silver, atau warna lain yang berwarna terang.

Agar gigi tetap putih
Tentu Anda sudah tahu bagaimana cara menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss, menggosok gigi dengan pasta gigi yang sesuai dengan kondisi kesehatan gigi Anda, dan berkumur dengan mouthwash. Untuk melindungi gigi dari plak yang menyebabkan gigi ternoda, Anda juga bisa mengunyah permen karet yang mengandung xylitol (bebas gula). Menggunakan lipstik glossy dengan warna yang dalam juga akan mencerahkan penampilan gigi Anda. Lipstik berwarna cenderung oranye akan menonjolkan gigi yang berwarna kuning. Berikan highlight pada tulang pipi dengan bronzer keemasan untuk membuat gigi terlihat lebih putih.

Dari segi makanan, buah-buahan yang renyah seperti apel dan wortel akan mengaktifkan aliran liur di dalam mulut, dan membersihkan gigi secara natural. Snack sehat lainnya seperti seledri, jeruk, brokoli, dan keju, memberikan efek yang sama karena mereka mendorong produksi liur, yang akan menghanyutkan plak.

Strawberry juga bisa membantu memutihkan gigi, karena buah yang lezat ini merupakan bahan kunci untuk prosedur pemutihan gigi yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Yang Anda perlukan hanya sepotong strawberry yang matang, dan 1/2 sendok teh baking soda. Remas strawberry sehingga menjadi bubur, campur dengan baking soda. Balurkan ke seluruh gigi dengan sikat gigi, dan biarkan selama 5 menit. Lakukan selama 2 kali seminggu (tidak lebih). Strawberry yang dikombinasikan dengan soda akan menjadi pengilat gigi alami, sehingga mencegah perubahan warna gigi.