Senin, 19 Oktober 2009

Kau Tetap Di Jendela Kenanganku


( Artikel ini sengaja saya posting atas permintaan hati seorang sahabat yang namanya tidak bisa saya sebutkan.
Saya tidak tau apa kategori posting kali ini,biar gampang terpaksa saya kategorikan dalam syair dan puisi aja,semoga sahabat blogger berkenan untuk membacanya..! )

21 Septemter 2009
Pertama aku kenal dan berjumpa denganmu...
Pada hari itu tepat pada hari raya ke-2,di depan Masjid Islamic Center Samarinda engkau menunggu untuk bertemu denganku..

Tepian Mahakam Menjadi Saksi Pertemuan Kita Waktu Itu..
Setelah Kita Bertemu Dan Saling Berjabat Tangan Dan Kita Pun Berbincang Sambil Menikmati makanan ringan.
Setelah Selesai Makan Kita pun Pergi Ke Tanah Merah Untuk Mengambil Barangmu Yang Tertinggal Disana..

Setelah Kau Dapati Apa Yang Kau Cari Kita Pun Pergi Ke Kebun Raya..
Setelah Capek Muter Sana Muter Sini Kita Pulang Kembali Ke Tepian Mahakam Untuk Menghabiskan Sisa Waktu Yang Tersisa..
Setelah Sore aku Antar Kamu Pulang Ketempat Teman Kamu Di Harapan Baru..

Sungguh...
Berat Bagiku Untuk Meninggalkanmu Pulang Ke Balikpapan...
Tapi Meski Pun Berat Aku Mesti Pulang Juga Dan Meninggalkanmu Di Samarinda...
Oh...Begitu Singkatnya Pertemuan Kita Hari Ini...

Tapi Aku Masih Punya Harapan Untuk Bisa Bertemu Denganmu Lastri...
Karna Esok Hari Kita Akan Bertemu Kembali Di Pantai Manggar...
Hari-Hari Yang Ku lewati Begitu Indah Saat Engkau Ada Dalam Pelukanku..

Tapi Aku Kembali Cemas...
Aku Takut Melepaskan Dirimu Dari Pelukanku..
Karena Kita Mesti Berpiasah...
Sungguh Engkau Begitu Mengagumkan Dan Mampu Membuat Aku Mabuk Kepayang ..
Malam Telah Tiba Saat Aku Antar Dirimu Ke Samarinda..
Kembali Aku Tak Sanggup Untuk Berpisah Denganmu..
Langkahku Begitu Berat Untuk Beranjak Dari Hadapanmu..
Tapi aku Sadar Akan Pergi Meninggalkanmu Meski Pun Itu Sebuah Pilihan Yang Sangat Berat Bagiku..

Hari Ini Tanggal 12 Oktober 2009...
Aku Kirim Sms Untukmu...
Sekedar Bertanya Kabar Darimu..

Iya Kabar Aku Baik-Baik Saja
O Iya Aku Mau Ucapin Selamat Tinggal ,Besok Aku Mau Pulang Ke Jawa...
Sebelumnya Aku Minta Maaf Sama Mas Ardi Jika Ada Kata atau Sikap Aku Yang Menyinggung Perasaan Mas Ardi,Dan Jaga Kesehatan Mas Ardi Dengan Baik,..da..a...”

Kemudian Aku Membalasnya :
Kalau Emang Niat Kamu Mau Pulang Ya Gak Papa Dek...
Aku Juga Minta Maaf Apa Bila Ada Kesan Dan Sikapku Yang Tidak Berkenan di Hati Dek Lastri...
Aku Doakan Semoga Sampai Tujuan Dengan Selamat Ya Dek..!

Meski Pun Pertemuan Kita Begitu Singkat..
Tapi Aku Tidak Akan Melupakan Kenangan Itu,Dan Aku Akan Selalu Mengingat Kamu Dek..
Meski Pun Kita Berjauhan Aku Harap Persahabatan Kita Tetap Terjalin Ya..!

Kemudian Engkau Pun Membalas Sms Dariku :
Begitu Juga Aku,Tak Akan Pernah Melupakan Mas Ardi Meski Kita Terpisah pulau..
Makasih Atas Semua Kebaikan Mas Ardi..

Sedih Dan Pilu Rasa Hatiku...
Ternyata Pertemuan Itu Adalah Pertemuan Yang Terakhir Untuk Kita...
Selamat jalan...

Minggu, 18 Oktober 2009

Kebiasaan yang bisa Merusak Hubungan



TAK jarang suatu hubungan rusak hanya karena kebiasaan kecil yang dilakukan oleh salah seorang dari pasangan. Hubungan yang sudah sangat erat dan tak mungkin terpisahkan pun bisa buyar karena masalah yang dianggap "sepele". Majalah Glamour mendaftar sifat-sifat apa saja yang bisa memicu keretakan hubungan Anda dan si dia. Ini daftarnya;

1. Tidak bisa menerima
Menginginkan kekasih Anda untuk bisa mengeluarkan yang terbaik dari dirinya adalah hal yang baik. Namun, jangan sampai Anda ingin melakukan perubahan dalam diri si suami hingga ke penampilannya. Cobalah untuk menerima si dia apa adanya. Jika memang apa yang ada padanya sebegitu parahnya dan sudah saatnya diubah, maka usahakan untuk mengatakannya dengan baik-baik. Jangan sampai Anda mengkritik atau memaksanya untuk berubah drastis. Karena pesan yang akan ia terima hanyalah, "Kamu nggak cukup baik untuk aku."

Cobalah berlakukan aturan 80-20. Maksudnya, ketika Anda sedang bersamanya, utarakan apa yang Anda kagumi tentangnya, lakukan hal ini sebanyak 80 persen. Hingga ketika Anda mengatakan hal yang tak Anda sukai tentangnya, maka hal itu tak akan terdengar sebagai salah satu poin daftar keburukannya di mata Anda.

2. Mood mudah berubah
Kita hidup dalam zaman yang membuat orang tegang. Tak heran ketika stres melanda, kita bisa marah-marah kepada pasangan. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan mood yang mendadak bisa dimaafkan. Namun, bayangkan jika kita hidup bersama pasangan yang sering mengalami mood swing (perubahan mood yang drastis). Anda pasti akan berlari menjauh. Nah, jika Anda merasa sedang mengalami masa-masa mood swing (biasanya menjelang haid), cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang bisa membuat Anda ingin marah.

3. Gosip
Tak ada yang mau dijadikan bahan gosip. Maka, ketika Anda sedang ada masalah dengan si dia, usahakan untuk mencoba menyelesaikannya secara dewasa. Cobalah mengurangi keinginan untuk menceritakan setiap detail masalah Anda dengan pasangan ke orangtua atau sahabat terdekat. Tak hanya Anda akan merasa malu ketika masa bertengkar itu usai, tapi Anda juga akan membuat si dia merasa dikhianati. Sebagai pasangan, ada baiknya Anda menjaga rahasia antara Anda dan dia berdua saja daripada merusak reputasi Anda dan pasangan di mata orang lain.

4. Melodrama
Jika Anda terus-menerus meneleponnya setiap kali ada teman kantor yang membuat Anda sebal, menghapusnya dari daftar teman di Facebook, atau mengancam putus setiap kali ada perbedaan pendapat, jangan heran kalau ia mencari wanita lain. Adalah hal yang melelahkan jika kita harus selalu berusaha menenangkan pasangan yang suka mendramatisasi keadaan setiap saat.

5. Jadi ibu kedua
Suami Anda pasti mencintai ibunya, dan ia pun pasti mencintai Anda. Namun, ketika Anda setiap hari memperlakukannya seperti anak kecil, maka Anda akan membuatnya ingin lari dari Anda. Anak-anak cenderung melakukan kebalikan dari apa yang diperintahkan orangtuanya, ketika perintah tersebut tak mau ia lakukan. Hal ini pun berlaku pada kehidupan berpasangan yang memiliki tipe hubungan layaknya ibu-anak (yang terlalu mengemong).

6. Terlalu sering bersama
Menghabiskan waktu bersama orang yang Anda cintai adalah salah satu keuntungan dalam berhubungan, namun ada perbedaan dengan memiliki hubungan dari kembar siam. Banyak pria tertarik pada wanita yang mandiri dan percaya diri. Namun, tak jarang wanita yang awalnya memiliki karakter tersebut berubah 180 derajat begitu memiliki pasangan. Wanita bisa jadi sangat bergantung, dan menuntut waktu yang sangat banyak dari pasangannya. Sesekali luangkan waktu untuk Anda sendiri atau bersama teman-teman Anda. Biarkan ia juga menikmati waktunya sendiri. Tahukah Anda apa keuntungan dari menikmati "me time" seperti ini? Anda jadi sering merindukan si dia, selain jadi punya bahan obrolan.

7. Cemburu
Meski ia seringkali mengingatkan Anda betapa ia mencintai Anda, namun hal itu tak menghentikan Anda untuk mengecek ponselnya kala ia sedang mandi. Atau, terus-terusan ngambek setiap kali melirik wanita cantik. Kecemburuan kecil memang sesekali diperlukan dalam sebuah hubungan. Namun menuduhnya selingkuh atau membombardirnya dengan pertanyaan setiap kali ia pergi sendiri pun, akan membuat orang paling sabar sedunia menjerit. Periksa sekali lagi, jangan-jangan kecemburuan Anda terhadap si dia tidak berdasar.

8. Terlalu nyaman
Pada awal hubungan, kedua pihak harus memastikan bisa mencari cara untuk bersikap terbaik. Namun, seiring berjalannya waktu dan rutinitas, kita cenderung jadi pemalas dan tidak mau mengusahakan agar hubungan tetap hangat. Manusia senang untuk dirayu dan digoda, sama seperti Anda juga. Yang menyenangkan dari sebuah hubungan adalah menemukan hal-hal baru dari pasangan dan mencoba hal baru bersamanya. Ketika seorang wanita berhenti untuk berusaha menampilkan yang terbaik dari dirinya kepada pasangan, si pria akan merasa bahwa pasangannya tak lagi menyukainya. Tunjukkan pada pasangan Anda bahwa ia masih sangat berharga di mata Anda. Caranya dengan memberikan kejutan-kejutan manis untuknya. Ia akan menghargai usaha Anda dan berusaha untuk membalasnya.

Minggu, 11 Oktober 2009

Hindarkan Anak dari Sugesti Negatif

ANAK-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Hal itu disampaikan Ahli hipnoterapi Lanny Kuswandi dalam seminar berjudul "Hypnoparenting, Belajar Menjadi Orang Tua Terbaik", di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, sugesti positif ataupun negatif sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental anak.

Misalnya, pada saat bayi dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh hingga usia anak-anak, banyak orangtua sudah melakukan sugesti positif dengan sering mengatakan "kalau besar kamu akan menjadi anak cantik, sholeh, dan lain-lain".

Sugesti tersebut bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi anak selama masa pertumbuhan hingga dewasa, sehingga perkataan orangtua bisa terwujud.

Demikian juga sebaliknya, kata Lanny, secara tidak sadar orangtua juga sering melakukan sugesti negatif yaitu bila melihat anaknya naik tangga, langsung berteriak "Awas nanti jatuh", yang dikatakan berulang-ulang.

Dengan demikian, dengan melakukan sugesti negatif baik secara sengaja maupun tidak, bisa membuat anak benar-benar jatuh.

Sebaiknya kalimat yang diucapkan untuk mengingatkan anak adalah, "anak yang pintar sedang naik tangga, pegangan ya sampai atas dengan selamat", sehingga diharapkan si anak bisa sampai ke atas dengan selamat.

Selain itu, kata dia, stres pada orangtua juga akan memberikan pancaran aura negatif (tidak sehat) kepada anak-anaknya.

Kondisi tersebut, lama kelamaan dapat mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh sehingga berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental anak, ujarnya.

Psikologi hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti narkoba.

Si Dia Pria Idaman Bila...

BARU beberapa kali berkencan dengan si dia, Anda merasa sudah dekat dengannya. Tetapi, muncul keraguan, apakah ia si Mr. Right? Diteruskan atau tidak ya? Baca “tanda-tanda” berikut untuk memastikan apakah sebaiknya ia tidak lepas dari genggaman Anda.

1. Tahu bagaimana harus bersikap
Sikap yang tenang dan pandai menempatkan diri adalah kunci memikat hati seorang wanita. Anda dan dia seharusnya tahu bagaimana bisa menghabiskan waktu bersama dengan menyenangkan. Di lain waktu, ketika ia bertemu orangtua Anda atau orang lain, ia bisa menempatkan diri sebagai seseorang yang dewasa, sopan, dan tenang. Ia tidak pula terlalu kekanak-kanakan, dimana segalanya bergantung pada Anda.

2. Ia menempatkan Anda lebih dulu
Pernah dengar ujar-ujar, bahwa jika seorang pria bersedia membagi apa yang ada di piringnya adalah pria yang mau terbuka? Sebaliknya, jika ia tak mau ada yang mengambil apa yang ada di piringnya, ia adalah orang yang tertutup? Nah, coba ingat-ingat, ketika sedang di restoran, dan ia memesan makanan favoritnya, apakah ia akan mempersilakan Anda mencobanya duluan? Apakah ia bersedia membagi bagian terenak dari makanan pesanannya? Bila ia mau membagi bagian terenak dari makanan pesanannya, berarti ia mau mendahulukan Anda untuk segalanya, begitu menurut Rachel Greenwald, pengarang Why He Didn't Call You Back: 1,000 Guys Reveal What They Really Thought of You After Your Date.

3. Ia tak takut tertular penyakit Anda
Anda tahu bahwa ia adalah pria idaman ketika ia tak tahan jauh dari Anda. Ia akan berusaha sebisa mungkin selalu dekat Anda. Bukan dalam arti bahwa ia adalah seorang penguntit atau orang yang sangat bergantung pada Anda. Tetapi, bahwa ia selalu ingin menjaga dan merawat Anda, bahkan ketika Anda sedang sakit sekali pun. “Ia akan menawarkan diri untuk menjenguk atau merawat Anda yang sedang sakit flu berat, misalnya. Ketimbang hanya menelepon dan berkata ‘Cepat sembuh, ya. Kalau sudah sembuh, telepon aku ya,’” ujar Greenwald.

4. Family man
Ia kerap menanyakan keadaan keluarga Anda, dan secara tulus ingin tahu keadaan mereka. “Ketertarikan terhadap keluarga Anda menunjukkan bahwa di matanya, Anda adalah ‘satu paket’. Ia pasti paham, bahwa untuk bersama Anda, berarti harus memahami dan menerima kerabat Anda juga,” terang Sarah Harrison, editor senior di yourtango.com.

5. Bersahabat dengan teman Anda
Teman adalah bagian penting dalam hidup seorang wanita, maka ketika si dia mau berusaha berkenalan dan menemui sahabat-sahabat Anda, berarti ia berusaha mengenal Anda juga. Di masa depan, ketika hubungan Anda berlanjut, pada suatu titik ia pun harus berhubungan dengan mereka. Maka, ketika ia berusaha untuk berkenalan dan berteman dengan mereka, hal ini menunjukkan kedewasaannya.

6. Penyemangat utama
Seorang pria yang suportif akan kemajuan Anda dalam segala hal adalah pria yang tak takut akan kesuksesan Anda. Ia tahu apa yang ia mau dan bagaimana meraihnya. Artinya, ia tak takut jika Anda lebih sukses darinya. Ia akan merasa senang ketika Anda senang.

7. Ia mengingat hal-hal kecil
Apakah kekasih Anda selalu tertarik untuk mendengarkan Anda? Ia adalah pria idaman jika ia ingat apa yang pernah Anda ceritakan, dan melontarkan pertanyaan seputar cerita Anda di lain waktu. Misal, Anda bercerita akan menghadiri rapat penting yang menegangkan. Bila sore harinya ia menanyakan bagaimana hasilnya, hal ini menunjukkan perhatiannya.

8. Ia bahagia ketika Anda senang
Ada pria yang bersedia menonton film drama romantis yang “cewek banget” bersama Anda ketimbang nonton filmaction? Seringkali hal ini bukan ia lakukan karena suka filmnya, tetapi karena ingin menemani Anda? Wah, dua jempol untuk si dia! Ini berarti ia peduli dengan kesenangan Anda.

9. Ia mendorong Anda menjadi yang terbaik dari diri Anda
Seorang pria yang membuat Anda menjadi wanita paling beruntung, percaya diri, dan merasa nyaman dengan diri sendiri adalah pria yang sangat diidamkan. Sebuah hubungan tak hanya berkisar seputar apa yang Anda merasa tentangnya, tapi juga tentang bagaimana si dia membuat Anda merasa nyaman tentang diri Anda sendiri.

Oke, manusia tak ada yang sempurna. Namun, tanda-tanda di atas bukan berarti tak mungkin ada dalam seorang pria, kan? Lagipula, tanda-tanda ini bukan syarat utama untuk bisa meneruskan hubungan Anda. Bagaimana Anda menerima pribadi yang Anda sebut pasangan-lah yang penting. Tanda-tanda di atas hanya sebagai pengingat bahwa ia layak untuk dipertahankan.

Anak yang Sering Ditampar IQ-nya Rendah

MENAMPAR atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap. Tapi, tahukah Anda pola asuh yang keras bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan otak anak?

Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah.

Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.

"Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai," kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.

Dalam risetnya, Strauss dan timnya melakukan studi nasional terhadap dua kelompok sampel anak, yakni 806 anak berusia 2-4 tahun, dan 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada saat dimulainya studi anak-anak tersebut mengikuti tes IQ dan tes berikutnya di akhir studi, empat tahun kemudian.

Anak-anak dari dua kelompok itu menunjukkan tingkat kecerdasan yang meningkat setelah empat tahun. Tetapi dari kelompok anak berusia 2-4 tahun yang kerap ditampar orangtunya, menunjukkan skor IQ 5 poin lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Untuk anak 5-9 tahun yang pernah ditampar, skor IQ-nya rata-rata lebih rendah 2,8 poin dibanding rekannya yang tidak ditampar.

"Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya," papar Straus.

Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. "Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen," kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.

Setiap anak memang perlu diajarkan disiplin. Selain agar patuh pada aturan, disiplin juga akan membuat anak belajar menghargai orang lain dan mengontrol dorongan dalam dirinya. Namun, orangtua hendaknya juga perlu membuat batasan-batasan yang dilandasi cinta agar anak merasa aman.

Alih-alih menghukum anak dengan pukulan, beri tekanan lebih pada sisi positif anak, misalnya dengan memberi hadiah atau pujian bila anak berlaku positif. Bila terpaksa memberi hukuman, sesuaikan dengan usia si kecil dan situasi yang berlaku.

Sentuhan Berbeda Pengasuhan Ayah dan Ibu

ROSLINA Verauli, M.Psi., dari RS Pondok Indah, Jakarta, menuturkan, baik ayah maupun ibu berperan besar dalam kehidupan anak. Masing-masing dengan keutamaannya memberikan pengaruh positif dalam menjadikan anak sebagai individu yang mandiri dan kompeten. Setiap orangtua membawa sejumlah kualitas pribadi dan berbagai kebutuhan yang kompleks dalam peranannya sebagai orangtua.

Sama halnya seperti anak, orangtua juga memiliki jenis kelamin dan temperamen yang berbeda, sehingga turut memberikan cara-cara yang berbeda dalam pengasuhan. Bahkan lebih jauh, orangtua membawa serta pengalaman masa lalu dan sejumlah nilai budaya yang membentuk apa yang mereka lakukan saat ini.

Meski secara umum ayah dan ibu sama berperannya dalam perkembangan anak, namun "sentuhannya' yang membuat sedikit perbedaan.

Peran Ayah:
1. Menumbuhkan perasaan percaya diri dan kompetensi pada anak melalui kegiatan bermain yang lebih "kasar" dan melibatkan aktivitas fisik, baik di dalam maupun di luar ruang.

Kegiatan yang bermanfaat: berbagai macam aktivitas fisik, seperti olahraga bersama, bermain kejar-kejaran, mengayun-ayun anak dan sebagainya.

2. Menumbuhkan hasrat akan prestasi pada anak melalui kegiatan pengenalan berbagai jenis pekerjaan dan kisah tentang cita-cita.

Kegiatan yang bermanfaat: mengajak anak ke kantor, melihat bagaimana ayahnya bekerja, berdiskusi tentang tokoh-tokoh idola/yang berhasil, dan sebagainya.

3. Mengajarkan tentang peran jenis kelamin laki-laki, bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki.

Kegiatan yang bermanfaat: melibatkan anak dalam aktivitas ayah di rumah, seperti membersihkan halaman, membetulkan perabot rusak, memberikan perlindungan pada seisi rumah, dan sebagainya.

Peran ayah seperti tersebut di atas sedikit banyak mendorong anak untuk membuka pintu kesuksesannya. Ayah mendorong anak untuk tumbuh mandiri, percaya diri, berprestasi, bercita-cita tinggi dan seterusnya. (Papalia, Diane., Olds, Sally W, Feldman, Ruth D., Human Development, 11th Ed. USA: McGraw-Hill, 2008)

Tak ada perbedaan yang spesifik pada pengaruh peran ayah terhadap anak laki-laki maupun anak perempuan. Keduanya akan menyerap semua hal yang dilakukan ayah seperti tersebut di atas. Mereka belajar, bermain, menyerap semangat ayah sehingga hal-hal positif yang diharapkan dalam pertumbuhannya dapat terwujud.

Peran Ibu:
1. Menumbuhkan perasaan mencintai dan mengasihi pada anak melalui interaksi yang jauh lebih melibatkan sentuhan fisik dan kasih sayang.

Kegiatan yang bermanfaat: memberikan belaian, pelukan, dan ciuman sayang pada momen-momen kebersamaan dengan anak.

2. Menumbuhkan kemampuan berbahasa pada anak melalui kegiatan-kegiatan bercerita dan mendongeng, serta melalui kegiatan yang lebih intim, yakni berbicara pada anak.

Kegiatan yang bermanfaat: mengajak anak ngobrol, curhat, membacakan dongeng sebelum tidur, dan sebagainya.

3. Mengajarkan peran jenis kelamin perempuan, tentang bagaimana harus bertindak sebagai perempuan dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang perempuan.

Kegiatan yang bermanfaat: melibatkan anak dalam aktivitas ibu di rumah, membantu belanja, memasak, mengurus adik, dan seterusnya.

Sama dengan ayah, tidak ada perbedaan spesifik peran ibu terhadap anak laki-laki atau perempuan. Semua perasaan cinta dan kasih sayang ibu akan diserap oleh anak. Mereka akan belajar bagaimana menjadi perempuan, melihat/memperlakukan perempuan, berbagi cinta dan kasih sayang.

Keteladanan
Baik ayah maupun ibu, keduanya berperan vital dalam tumbuh kembang anak yang optimal. Keduanya harus bekerja sama dan saling melengkapi. Boleh jadi ayah memiliki waktu terbatas, namun itu bukan alasan untuk tidak memberikan perhatian kepada anak.

Nah, agar peran ayah berhasil, maka keteladanan menjadi hal utama. Lewat keteladananlah, anak bisa menjadikan ayahnya sebagai model identifikasi. Tanpa keteladanan, nilai apa pun yang ingin ditanamkan hanya akan sia-sia. I love you, Dad.

Miss.V, Makin "Kering" Makin Sengsara

Di masyarakat kita beredar mitos tentang berbagai mitos makanan yang harus dihindari karena katanya bisa membuat vagina "becek". Katanya lagi, pria tak suka vagina yang "becek".

Jangan terpengaruh oleh mitos seputar lendir yang banyak di vagina karena hal itulah yang normal. Vagina yang "kering" justru dinilai tidak sehat. Mengapa demikian? Menurut pakar seksologi, Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And, hubungan seksual yang sehat seharusnya tidak menimbulkan keluhan nyeri senggama (dyspareunia).

Dyspareunia akan menimbulkan rasa nyeri seperti terbakar di aera vagina dan tentu saja mengganggu acara bercinta. Penyebab utama keluhan ini adalah kurangnya lubrikasi di daerah vagina. Karena itu, semakin pintar suami memberikan stimulasi, makin mudah istri terangsang dan makin mudah pula Miss.V mengeluarkan lendir. Hubungan seks pun berjalan mulus.

Karena itulah, jamu yang menjanjikan Miss.V menjadi "kering" sebaiknya dilupakan karena hanya menyengsarakan diri sendiri. Yang harus dilakukan sebenarnya adalah menjaga kebersihan area intim agar terhindar dari jamur dan bakteri penyebab keputihan.